Pembangunan Lanjutan Gedung C RSUD Depok Hanya Pasang Tembok

0

Depok – Sempat terlantar Pembangunan Gedung C Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok yang terletak di Kecamatan Sawangan akhirnya dilanjutkan.

Namun Pembangunan Gedung RSUD (lanjutan) dengan Surat perintah mulai kerja No 062/PPK/SPMK/FSK-30.TABA/VIII/DPP/2018 yang digelar Dinas Perumahan dan Pemukiman(Rumkim) Depok, pembangunannya jalan ditempat.

Padahal kegiatan Pembangunan yang dimenangkan oleh PT Matra Kosala Digdaya dengan nilai proyek Rp. 14.332.734.000,00 jangka waktu pelaksanaan hanya 120 (seratus dua puluh) hari kelender.

Tidak sedikit warga yang menyoroti pekerjaan proyek pembangunan Gedung RSUD tersebut.

Salah satunya Hendra, warga belakang gedung C, beranggapan pengerjaan lanjutan gedung C RSUD itu seolah jalan ditempat. Pasalnya, kurun waktu 2 bulan bangunan tersebut masih tampak seperti biasa.

“Setiap hari saya lewat jalan (sisi bangunan.red) ini ke depan, tapi rasanya kok gak ada perubahan yaa. Cuma bedanya sekarang ada pagar seng,” ujar Hendra.

Kepada wartawan, ia jelaskan dirinya heran kepada pekerja proyek yang hanya bisa memasang batu hebel dalam waktu 2 bulan.

“Saya juga kuli bangunan mas, makanya saya heran kok dalam waktu 2 bulan baru masang hebel padahal yang kerja banyak, pada tidur kali ya” kata dia.

Herannya lagi, cetus dia, kalau memang ternyata anggaran 14 miliar lebih itu hanya digunakan untuk dinding, menurut saya dinding ini adalah dinding termahal di Kota Depok.

Dikonfirmasi, Kepala Bidang Pemukiman Disrumkim, Suwandi hanya berkomentar sedikit. “Dengan PPTK nya saja dulu,”.

Sementara, pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) Disrumkim, Sriyanto menjelaskan perihal lambatnya pengerjaan yang dilakukan kontraktor pelaksana.

Selain itu, nilai yang fantastis untuk pembangunan sisi gedung juga dijawab sederhana oleh dirinya.

“Ini luasnya 3 ribuan meter, selain itu ada pekerjaan sparing pipa, kabel. Tapi yang lebih besar penutup dinding dan atap,” kata Sriyanto.

Ditanya soal status bangunan yang mangkrak sebelumnya, Sriyanto katakan kewenangan ada di ranah RSUD.

“Untuk bagian itu, bisa langsung ke RSUD ya. Kami hanya melanjutkan pembangunan,” tuturnya lagi.

Yang mangkrak dulu, tambahnya, dari RSUD owner-nya. Proses penyelesaian juga oleh RSUD, jadi yang lebih paham RSUD.

“Info yang kami terima sudah beres masalah mangkrak tersebut, makanya pengajuan disetujui. Pokoknya yang lebih tau RSUD lah,” ujarnya.

Sementara, Direktur RSUD Depok, Drg Asloe’ah Mardji ketika ditanya soal mangkraknya gedung C RSUD hanya memberikan sedikit komentar. “No komentar ya, bukan jaman saya,”.

Ia katakan agar langsung koordinasi dengan pihak Disrumkim. “Kan sudah jelas yang ngerjain Disrumkim, kami hanya user mas, yang punya gawe mereka,” ujarnya.

Diketahui, pembangunan gedung C RSUD Depok Lanjutan yang sempat mangkrak beberapa tahun itu dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP) dengan harga penawaran Rp. 18.757.965.000 pada surat penetapan pemenang nomor 11/Pemb/RSUD C/X/2010 tertanggal 6 Oktober 2010. (DOT)