Pengaruh Kecurangan Pada Bank Perkreditan Rakyat Syariah Terhadap Perkembangan UMKM di Indonesia

0

Oleh : Siti Nurhidayah Mahasiswa STEI SEBU

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang memiliki banyak keanekaragaman, salah satunya yaitu keanekaragaman dalam bidang ekonomi. Bicara soal ekonomi pasti tidaklah lepas dari sektor usaha terkecil dari masyarakat, yaitu Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM.

Hampir semua kebutuhan masyarakat disediakan oleh sektor umkm. Namun, dalam perjalananya, perkembangan UMKM dibatasi oleh beberapa masalah, salah satunya yaitu kekurangan modal dalam membangun UMKM. Dan hal ini dapat sedikit diatasi dengan adanya lembaga keuangan mikro di indonesia salah satunya yaitu BPR Syatiah.

BPR atau Bank Perkreditan Rakyat syariah merupakan salah satu lembaga keuangan mikro di Indonesia. Tujuan pendirian BPR syariah dalam perekonomian yaitu untuk mempercepat perputaran kegiatan perekonomian karena sektor riil akan mendapatkan pendanaan khususnya UMKM. Dengan begitu sudah sangat jelas bahwa keberadaan BPR sangat penting terhadap perkembangan UMKM di ndonesia.

Menurut Maryati (2014) pembiayaan produktif yang dilakukan oleh bank perkreditan rakyat syariah mampu meningkatkan nilai produksi UMKM. Peran Bank Syariah dalam mendukung pembiayaan UMKM mampu mendorong perkembangan UMKM melalui peningkatan nilai produksi. Maka, apabila pembiayaan meningkat kinerja umkm juga akan meningkat. Hal ini menunjukan peran yang sangat positif antara BPR syariah terhadap perkembangan UMKM.

Untuk saat ini keberadaan Bank perkreditan rakyat syariah sudah tersebar di indonesia. OJK menyebutkan bahwa jumlah BPR dan BPRS sebanyak 1.800 bank dibandingkan dengan jumlah bank umum yang hanya 118 bank. Dilihat dari sebi banyaknya jumlah BPR yang ada di indonesia tidak menutup kemungkinan lebih mudah ditemukan kecurangan apabila dibandingkan dengan jumlah bank yang tersebar di indonesia.

Dalam melaksanakan tugasnya BPR tidak lepas dari persoalan yang dihadapi, seperti kecurangan yang terjadi baik dari internal bank itu sendiri maupun faktor eksternal lain yang dapat mempengaruhi permodalan dalam bank perkreditan rakyat syariah. Apabila hal tersebut sampai berimbas pada kerugian pada bank perkreditan rakyat syariah, maka hal ini akan berimbas pula pada usaha mikro yang dilakukan oleh masyarakat.

Karena, apabila BPR mengalami kerugian maka penyaluran modal terhadap UMKM juga akan terhambat. Terhambatnya modal yang tersalurkan sangat mempengaruhi kelangsungan usaha mikro tersebut. Maka dari itu kecurangan yang terjadi dalam bank perkreditan rakyat sangat berpengaruh terhadap perkembangan usaha mikro kecil menengah di indonesia.