PENTINGNYA ETIKA DALAM BERBISNIS

0

Oleh : Rofiatul Umah Mahasiswa STEI SEBI

Di zaman sekarang ini banyak sekali orang yang lebih memilih merintis usaha sendiri di bandingkan dengan harus bekerja di perusahaan orang lain. Semua aktivitas bisnis dapat dianggap sebagai profesi, karena dalam setiap bisnis di tuntut untuk selalu bersikap professional dan beretika . Dalam setiap aktivitas yang di lakukan oleh manusia yang selalu diikuti oleh norma-norma dan etika yang harus dipenuhi supaya tidak mengganggu dan merugikan orang lain. Kebanyakan orang tidak senantiasa sadar akan fungsi etika, salah satu sebabnya, etika menjadi bagian yang integral dari pribadi seseorang sehingga tidak lagi dipersoalkan oleh yang bersangkutan. Artinya seseorang jarang sekali memikirkan etika yang di milikinya. Kecuali bila ia merasa bahwa dalam hubungannya dengan orang lain etika tersebut mendapat tantangan. Pada saat tertentu kita pasti berhadapan dan berinteraksi dengan orang yang memiliki etika yang berbeda.

Perilaku yang etis dalam berbisnis adalah sesuatu yang penting demi keberlangsungan hidup bisnis itu sendiri. Bisnis yang tidak etis akan merugikan bisnis itu sendiri terutama jika dilihat dari perspektif jangka panjang. Bisnis yang baik bukan saja bisnis yang menguntungkan, tetapi bisnis yang baik adalah selain bisnis itu menguntungkan juga bisnis yang baik secara norma dan etikanya. Dalam islam, Etika atau yang lebih sering di sebut sebagai akhlak merupakan salah satu dari tiga elemen dasar islam selain aqidah dan syari’ah Rasulullah dalam kehidupannya juga menjadi tauladan dalam penerapan etika, termasuk dalam keseharian beliau sebagai seorang entrepreneur . Dalam berbisnis Nabi Muhammad selalu memerhatikan kejujuran, keramah tamahan, menerapkan prinsip bisnis islami dalam bentuk nilai-nilai shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah serta nilai moral dan keadilan.

Dalam pandangan islam khususnya ekonomi islam, bisnis dan etika tidak harus dipandang sebagai dua hal yang saling bertentangan, bisnis merupakan sebuah symbol dari urusan duniawi namun juga dianggap sebagai bagian integral dan hal-hal yang bersifat investasi akhirat. Artinya jika orientasi bisnis dan upaya investasi akhirat di niatkan sebagai ibadah dan merupakan totalitas kepada tuhan , maka bisnis dengan sendirinya harus berjalan dengan kaidah-kaidah moral yang berlandaskan keimanan kepada akhirat. Bahkan dalam islam , pengertian bisnis itu sendiri tidak dibatasi urusan dunia, tetapi mencagkup pula seluruh kegiatan kita di dunia yang “di bisniskan” (diniatkan sebagai ibadah ) untuk meraih keuntungan atau pahala akhirat. ( Aziz 2013).

Adapun prinsip-prinsip etika dalam binsis menurut Al-Qur’an antara lain ialah :

Melarang bisnis yang dilakukan dengan proses kebathilan ( QS.4 : 9)

Bisnis tidak boleh mengandung unsur riba ( QS. 2 : 275)

Melarang atas pengurangan hak suatu barang atau komoditas yang di dapat atau di proses dengan media takaran atau timbangan karena hal tersebut merupakan suatu bentuk kedzaliman ( QS. 11 : 85)

Menjunjung tinggi nilai-nilai keseimbangan baik ekonomi maupun social , keselamatan dan kebaikan serta tidak menyetujui kerusakan dan ketidak adilan. ( QS. 7 : 8).

Selain itu Rasulullah sebagai suri tauladan kita juga telah memberi contoh bagaimana berlaku dalam bisnis itu sendiri , Yang mana kita tahu beliau adalah seorang pedagang . beberapa seperti yang diungkapkan Aris Baidowi dalam jurnalnya adalah :

Kejujuran, Rasulullah sangat intens menganjurkan kejujuran dalam aktifitas bisnis.

Menolong atau memberi manfaat kepada orang lain. Pelaku bisnis menurut islam tidak hanya sekedar mengejar keuntungan dunia tetapi juga berorientasi kepada Ta’awun ( menolong orang lain) sebagai implikasi sosaial kepada kegiatan bisnis.

Tidak boleh menipu, takaran, ukuran, dan timbangan.

Tidak boleh menjelekkan bisnis orang lain, agar orang membeli kepadanya.

Tidak menimbun barang. Ikhtikar adalah menimbun barang atau menumpuk dan menyimpan barang dalam masa tertentu, dengan tujuan sewaktu-waktu harganya menjadi naik dan keuntungan besarpun dapat diperoleh. Rasulullahpun melarang keras perilaku bisnis seperti itu.

Komoditi bisnis yang dijual adalah barang yang suci dan halal.

Bisnis yang di jalankan bersih dari unsur riba.

Bisnis yang di lakukan dengan suka rela, dan tanpa paksaan.

Membayar upah sebelum kering keringat karyawan.

Dari pemaparan diatas sudah jelas kiranya bagaimana etika bisnis dalam islam itu sendiri, dimana berbeda pada etika pada umumnya yang merupakan hasil pemikiran manusia, etika bisnis dalam islam bersumber dari tauladan Rasulullah dan al-Qur’an sendiri yang merupakan firman Allah.