PENTINGNYA TARBIYAH BAGI DIRI PARA AKHWAT MUSLIMAH

0

Oleh : Putri Alifa Tsamara Qolbina Mahasiswa STEI SEBI

Jika kita menegathui sejarah tentang perempuan sejak zaman sebelum datangnya Islam sungguh sangat miris. Perempuan dinilai rendah, dihinakan, bahkan dianggap aib. Perempuan juga dianggap hanya sebagai pemuas nafsu, sebagai barang taruhan dan lainnya. Namun semua itu berubah ketika Islam datang, Islam sungguh memuliakan
perempuan. Bahkan keberadaan seorang muslimah sangat dihormati serta dijaga. Perempuan bukanlah makhluk yang dinomer dua kan dari laki-laki. Perempuan berhak untuk mendapatkan pengetahuan dan dibina. Potensi para perempuan telah ditunjukkan sepanjang sejarah pada masa kenabian. Para shohabiyah yang mengukirkan sejarah tinta-tinta emas. Sejarah tersebut tidak akan muncul tanpa adanya pembinaan bagi para perempuan.

Menurut Muhammad Qutub, tujuan tertinggi dari proses tarbiyah adalah membentuk manusia yang baik, seperti dalam firman Allah sebagai berikut

“ Sesungguhnya orang yang terbaik diantara kamu adalah yang paling bertaqwa” (Al-Hujurat : 13).

Sedangkan tujuan tarbiyah secara Islamiyah secara umum, menurut Dr. Ali Mahmud adalah, “Menciptakan keadaan yang kondusif bagi manusia untuk hidup di dunia secara lurus dan baik, serta hidup di akhirat dengan naungan ridha dan dan pahala Allah SWT.”

Tujuan trabiyah bagi para muslimah ditujukan terlebih dahulu kepada dirinya sendiri, kemudian kepada keluarganya, masyarakat serta kepada dakwahnya. Berdasarkan buku Keakhwatan 1 Bersama Tarbiyah Ukhti Muslimah Tunaikan Amanah terdapat 4 tujuan tarbiyah bagi pribadi perempuan Muslimah. 4 Tujuan tersebut adalah,

Yang pertama, Membentuk Kepribadian Muslimah Yang Seutuhnya

Tujuan tarbiyah yang pertama untuk diri pribadi seorang Muslimah adalah dengan membentuk kepribadian Muslimah yang seutuhnya. Seluruh aspek kemanusiaan seharusnya ditumbuhkan sehingga akan melahirkan potensi yang optimal, baik dari segi spiritual, intektual, moral, jasmani serta operasional.

Dari semua aspek tersebut, menurut Hasan Al-Banna Kepribadian seorang Muslim meliputi sepuluh aspek yang biasa kita dengar dengan 10 Muwashofat. Yang jika dijabarkan ada, 1) Salim Al-Aqidah (Akidah yang bersih), 2) Shahih Al-Ibadah (Ibadah yang lurus), 3) Matin Al-Khuluq (Akhlak yang kokoh), 4) Qadir ‘ala Al-Kasb (mampu mencari penghidupan), 5) Mutsaqof Al-Fikr (Wawasan yang luas), 6) Qowiy Al-Jism (Fisik yang kuat), 7) Mujahid linafsih (Pejuang diri sendiri atau hawa nafsu sendiri), 8) Munazham fi Syu’unih (Urusan yang teratur), 9) Haris ‘ala Waqtih (Memperhatikan waktu), 10) Nafi’ li Ghairih (Bermanfaat bagi orang lain).

Tarbiyah bagi seorang perempuan hendakanya mampu menumbuhkan dan mengembangkan berbagai sifat positif dalam pribadi seorang Muslimah, sehingga lahirlah pribadi yang baik dan kokoh.

Yang kedua, Membentuk Kepribadian Daiyah

Bisa kita lihat pada perjuangan para Muslimah pada generasi pertama Islam yang ikut berjuang sebagai bentuk dakwah dan jihad. Ini merupakan hasil dari pembinaan yang telah Rasulullah berikan kepada para sahabat. Karena setelah terbentuknya kepribadian Islam pada diri merka, mereka harus dipersiapkan pula untuk menjadi aktivis dakwah atau menjadi seorang daiyah. Disinilah tarbiyah menghantarkan para Muslimah menjadi daiyah yang aktif, yang mengajak masyarakat kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan. Seperti firman Allah SWT, yang artinya sebagai berikut.

“Dan orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Bijaksana” (At-Taubah : 71)

Yang ketiga, Memberikan Pelatihan Aktivitas Dan Mendapatkan Pengalaman

Sebagai penunjang dakwah, seorang daiyah harus menajalani aktivitas yang positif dan mendapatkan banyak pengalaman. Tarbiyah bukan hanya forum kajian ilmiah, tetapi juga terdapat pelatihan berbentuk praktek di lapangan. Berbagai kepanitiaan juga merupakan tarbiyah bagi para akhwat Muslimah, kegiatan ini bertujuan agar Muslimah memiliki kemampuan beramal jama’I dan melatih kemampuan sebagai seorang leadership.

Menjadi panitia dalam berbagai event atau ikut berkontribusi dalam sebuah cara merupakan sarana latihan yang baik bagi tumbuhnya kepekaan dan rasa tanggung jawab para akhwat muslimah dalam menyelesaiakn amanah-amanahnya secara professional.

Yang keempat, Mendapatkan Keterampilan Praktis

Para Muslimah hendaknya juga dibekali dengan berbagai keterampilan. Keterampilan yang dimiliki oleh oara Muslimah tentunya akan membantu dalam mengerjakan amanah dalam berdakwah. Keterampilan dalam berumah tangga merupakan salah satunya yang harus perempuan pelajari, karena ktrampilan dalam berumah tangga merupakan suatu bekal yang mendasar bagi para Muslimah untuk menciptakan suasana dan komunikasi yang mendukung bagi kebaikan dakwah dalam rumah tangga. Itu merupakan salah satu dari berbagai keterampilan yang lainnya yang bisa dipelajari oleh para Muslimah.

Dengan demikian, dengan sarana serta pelatihan-pelatihan yang ada itu merupakan bentuk dari tarbiyah yang bisa dijalankan oleh para Muslimah secara bertahap. Karena pembentukan pribadi seorang Muslimah sangatlah penting, kualitas yang berada di dalam diri serta dari luar. Semoga kita para perempuan bisa menyadari pentingnya tarbiyah agar bisa menjadi Muslimah yang seutuhnya dan juga sebagai pondasi suatu bangsa.

Sumber : Buku Keakhwatan 1 : Bersama Tarbiyah Ukhti Muslimah Tunaikan Amanah