Percepat Pembangunan, Dua Kampus di Serang Gelar Kamisan

0
Kamisan mahasiswa Unsera dan UIN Serang di Cafe Sari Banten, Kamis (24/01/2019). (Foto: Istimewa)

SERANG – Universitas Serang Raya (Unsera) dan Universitas Islam Negeri Serang (UIN Serang) menggelar Kajian Menanti Senja (Kamisan), di Cafe Sari Banten, Jalan Kyai H. Sokhari, Serang, Banten, Kamis (24/10/2019).

Kajian dengan topik ‘Peran Milenial dalam Menangkal Hate Speech Terkait Pengarus-utamaan Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur’ ini, dihadari 45 mahasiswa dari kedua universitas.

Giat tersebut dihadiri sejumlah narasumber, diantaranya Liza Diniarizky Putri dari Akademisi, Dosen Ilmu Komunikasi USR Kusma Supriatna dan Kepala Bidang Binamarga, Seksi Perencanaan Dinas PU Provinsi Banten Yan Ardiansyah.

Dalam paparannya, Kusma Supriatna menjelaskan, bahwa masih banyak pihak yang kerap menyalahkan atau menyerang pemerintah tanpa fakta terpercaya terkait pembangunan infrastruktur yang diprogramkan pemerintah melalui media sosial (medsos) dengan menyebarkan ujaran kebencian (hate speech).

Padahal, menurut dia, pemerintah terus melakukan pembangunan infrastruktur untuk kemajuan masyarakat Banten.

Karena itu, ia mengajak mahasiswa dan pemuda Banten untuk turut menyebarkan keberhasilan pemerintah.

“Kominfo mengajak pemuda dan mahasiswa untuk berpartisispasi dalam penyebaran informasi capaian pembangunan oleh pemerintah saat ini,” kata Kusma, dalam keterangan tertulis, Jumat (25/01/2019).

Senada dengan Kusma, Liza Diniarizky Putri juga menjelaskan perkembangan medsos yang makin tak terbendung di era melenia ini.

Menurutnya, medsos saat ini justru dijadikan media untuk menyebarkan hate speech. Umumnya, justru hate speech tersebut dirancang dan direproduksi oleh orang yang lebih pintar untuk memperuncing kebencian.

“Pemuda itu harus bisa menganalisa informasi di medsos. Seorang Guru di Cilegon yang ditangkap atas penyebar hoaks, isu konteiner surat suara di medsos menjadi bukti bahwa hoaks diproduksi oleh orang pintar,” kata Liza.

Sebab itu, ajak dia, pemuda harus ikut aktif membantu pemerintah mencegah penyebaran hate speech, sehingga program pembangunan pemerintah bisa diketahui oleh masyarakat.

Sementara itu, Yan Ardiansyah dalam paparannya menjelaskan, Dinas PU Provinsi Banten, sesuai RPJMD hingga tahun 2022 menargetkan semua jalan provinsi dalam kondisi mantap dengan 3 tipe jalan, yaitu jalan arteri, jalan kolektor dan jalan lokal, termasuk jalan lingkungan.

Menurutnya, Pembangunan simpang, flyover dan drainase juga masuk dalam target RPJMD hingga tahun 2022. Pelaksanaan pembangunan ini akan menggunakan konstruksi beton rigid, yang dapat bertahan selama 20 tahun.

“Makin dikembangkan bermacam infrastruktur tersebut, maka perekonomian Banten akan makin tumbuh,” kata Yan.

Selai itu, kata dia, Dinas PU Provinsi Banten juga akan memprogramkan kawasan Banten Lama, mirip seperti kawasan wisata Kota Tua di Jakarta. Hal ini, lanjut dia, untuk mengembangkan potensi-potensi ekonomi Banten.

“Yang perlu dipahami oleh para mahasiswa, bahwa pembangunan infrastruktur dan pembangunan ekonomi di Provinsi Banten tidak terlepas dari komitmen dan kebijakan pemerintahan dalam mewujudkan program nawacitanya bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)