Perkara Dugaan Pelanggaran Pilkada di PN Depok, Ada Botol Cairan Pencuci Piring Ditempel Stiker Paslon 01

0

DEPOK, Sketsaonline – Ternyata dalam perkara dugaan pelanggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat, ada barang bukti berupa satu botol cairan pencuci piring dengan stiker pasangan calon nomor urut 01 (Pradi-Afifah) beserta foto Terdakwa.

Nomor Perkara 640/Pid.Sus/2020/PN Depok atas nama Babai Suhaimi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Adhi Prasetya dituntut berupa pidana denda sebesar Rp 800 Ribu subsidair dua bulan kurungan.

“Menyatakan, Terdakwa Babai Suhaimi bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana “setiap orang dengan sengaja dalam kampanye dilarang menggunakan tempat ibadah dan tempat pendidikan”, kata JPU Adhi saat pembacaan surat tuntutan di Ruang Sidang Utama Cakra PN Depok, Rabu (23/12/2020).

JPU menyebut, perbuatan Terdakwa tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 69 huruf i jo Pasal 187 Ayat (3) UU RI Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 01 Tahun tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 01 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi Undang-Undang dalam Dakwaan Tunggal.

“Menyatakan, barang bukti berupa (1) satu keping DVD-R plus yang berisi rekaman suara Terdakwa dan kegiatan Terdakwa di Mushola Nurul Huda Jl. H. Nurdin RT.002/RW.001 Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, (2) dua lembar foto Mushola Nurul Huda Jl. H. Nurdin RT.002/RW.001 Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, dan (3) tiga lembar foto Terdakwa saat penyampaian kampanye di dalam Mushola Nurul Huda Jl. H. Nurdin RT.002/RW.001 Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, oleh JPU dinyatakan, tetap terlampir dalam berkas perkara,” tutur JPU.

Masih kata JPU, barang bukti berupa satu botol cairan pencuci piring dengan stiker foto pasangan calon Nomor 01 (Pradi-Afifah) dan foto Terdakwa, dinyatakan JPU, dirampas untuk dimusnahkan.

“Menetapkan supaya Terdakwa Babai dibebani biaya perkara sebesar dua ribu rupiah,” pungkas JPU.

Sidang tersebut ditunda hingga Senin, 28 Desember 2020, dengan agenda sidang pembacaan putusan Majelis Hakim yang dipimpin Eko Julianto dengan anggota Nanang Herjunanto dan Divo Ardianto. (Jimmy)