Perkembangan COVID 19 di Kota Sorong Turun Naik

0

SORONG – Kasus virus corona COVID-19 di Indonesia yang sudah menjalani hampir satu setengah tahun,hingga saat ini belum ada tanda tanda hilang dari tanah air Indonesia bahkan dunia malah keberadaan virus tersebut sangat mengkhwatirkan penduduk dunia khususnya Indonesia.

Mengapa tidak,kasus pandemi COVID-19 semakin bertambah dimana mana termasuk di Indonesia.

Anehnya lagi,virus corona yang sudah menelan banyak korban,adalagi virus baru dinamai virus varian baru.

Tentu kasus baru varian baru sangat meresahkan semua masyarakat.

Pertanyaan sekarang,apakah kasus virus ini hukuman dari Tuhan supaya manusia bertobat dan berbenah diri? Jawabannya kembali kepada diri kita masing- masing.

Ataukah ini yang dinamakan dunia semakin tua?

Untuk menangani virus corona ini,pemerintah daerah bersama sama dengan stack holder yang ada aepeeti TNI dan Polri telah bersungguh sungguh menangani kasus COVID -19.

Pemerintah telah menerapkan segala aturan untuk memutus mata rantai virus tersebut dengan menerapkan 3 M dan menghimbau menjaga jarak dan menghindari kerumunan banyak orang,akan tetapi aturan aturan yang sudah diterapkan pemerintah,tidak semua menerapkannya lebih banyak yang tidak mematuhinya.

Pantauan penulis secara umum sudah menganggap bahwa COVID-19 ini sudah menjadi hal yang biasa,masyarakat tidak lagi menganggap bahwa virus corona ini satu momok yang menakutkan seperti awal awal adanya virus tersebut.

Tak disangkal memang,dari perkembangan virus ini sekalipun ada yang meninggal dunia diakibatkan penyakit bawaan seperti kata dari para tiem medis,tapi juga ada seseorang yang terpapar COVID -19 banyak yang sembuh setelah mendapat perawatan.

Seperti kasus COVID -19 di Kota Sorong Papua Barat ,perkembangannya naik turun dalam artian status COVID-19 terkadang masuk kategori zona kuning,hijau dan zona merah.

Data dari satuan satgas COVID -19 Kota Sorong mengatakan bahwa saat ini di bulan Juni 2021,Kota Sorong masuk dalam zona merah.

Perkembangan COVID -19,Kota Sorong masuk di urutan kedua tertinggi aetelah Manokwari,urutan ketiga Kabupaten Teluk Bintuni.

Hal yang tidak masuk akal di Kota Sorong ada seruan dari oknum masyarakat yang mengatakan,barang siapa yang sudah mendapat suntikan vaksin dua kali,orang tersebut sudah bebas dari virus corona atau COVID-19, kemudian ada yang beranggapan bahwa virus corona di Papua tidak ada sehingga belakangan ini banyak warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan,tidak memakai masker lagi apabila bepergian keluar rumah.

Penulis ketika mengkonfirmasi ke tiem medis apakah yang sudah mendapat suntikan vaksin dua kali tidak akan terjangkit virus lagi,jawabannya,perkataan itu keliru.Dikatakan kendati sudah mendapat vaksin dua kali,namun tetap mematuhi protokol kesehatan,memakai masker dan prokes lainnya,sebab yang sudah vaksin dua kali bukan jaminan tidak terinfekei virus ,vaksin hanya menambah kekebalan tubuh.

Peran pemerintah daerah dalam menangani virus ini, diharapkan jangan separoh separoh harus bersungguh sunggu sebab pada akhir akhir ini protokol kesehatan di Kota Sorong sudah tidak diperhatikan lagi, pemerintah tidak lagi melarang kerumunan orang yang jumlah ratusan bahkan ribuan seperti di acara acara pernikahan.

Tiem satgas COVID-19 tidak membubarkan acara yang mengumpulkan banyak orang seperti acara pernikahan yang terjadi baru baru ini di Kota Sorong yang mengundang perhatian orang yang melihat saat melintas di jalan raya, kata dari seseorang sumber media ini yang enggan namanya di beritakan.

Sudah saatnya pemerintah getol kembali menerapkan prokes demi kepentingan maayarakat banyak dan memutus mata rantai hubungan manusia dan wabah virus corona.( Joharman silaen)