PLN UIT JBB Bersiaga Pastikan Pasokan Listrik Aman Dalam Perayaan Natal dan Tahun Baru

0

Depok – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) bersiaga sejak awal bulan Desember 2018 guna menjamin pasokan listrik dalam perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 untuk wilayah DKI Jakarta dan Jawa Bagian Barat dipastikan aman.

“Bersiaga yang dimaksud yaitu mulai dari transmisi hingga distribusi agar tidak ada pemadaman listrik pada saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2019. Sejumlah pekerjaan proyek pembangunan dari pihak PLN untuk sementara waktu akan dihentikan agar tidak mengganggu pasokan listrik,” kata Executive Vice President Operasi Regional Jawa Bagian Barat Bima Putrajaya dalam Acara Multi Steakholder Forum 2018 di Kantor PLN UIT JBB Cinere, Kota Depok, Selasa (18/12/2018).

Menurut Bima, pasokan listrik di hari Natal dan Tahun Baru cenderung menurun, dikarenakan sejumlah perkantoran, industri dan pertokoan sudah banyak yang tutup lebih awal.

Ia juga menerangkan bahwa pihak PLN terhitung tanggal 18 Desember 2018 mulai bersiaga, seluruh unit untuk transmisi dan distribusi hingga sampai pembangkit sudah siap. Sementara proyek pekerjaan dengan operasi akan dihentikan sedangkan yang tidak berhubungan dengan transmisi seperti pembangunan pembangkitan akan tetap berjalan.

Selain itu, masih katanya, PLN UIT JBB juga siap membantu DKI Jakarta jika pembangkit listrik dari wilayah lain ada kendala.

“Dikarenakan sistemnya itu terintegrasi maka Jawa Barat jadi tidak bisa mengandalkan Jawa Bagian Barat saja. Ada sistem di kawasan Jawa Tengah dan dan Jawa Timur. Jadi bilamana mereka tidak siap, kita harus siap karena Jakarta tidak boleh padam,” tuturnya.

Hal yang sama turut diucapkan General Manager PLN Transmisi Jawa Barat Bagian Barat Trino Erwin. Ia menyatakan, kesiapan itu atas beroperasinya seluruh gardu induk yang dimiliki UIT JBB.

“Di unit induk transmisi Jawa Bagian Barat kita mengelola sebanyak 137 gardu induk dengan hampir 37 ribu kilometer dengan saluran udara tegangan tinggi (SUTT) dan kita juga mengelola 357 travo saluran kabel tegangan tinggi (SKTT),” ungkapnya.

Gardu induk tersebut, lanjutnya, akan bertambah tiap tahunnya dengan harapan dapat mendorong roda perekonomian di wilayah sebagian Jawa Barat mulai dari DKI Jakarta sampai Banten.

“Secara regional, pertumbuhan ekonomi di Jawa Bagian Barat sangat tinggi. Begitu pula ekspektasi masyarakatnya dalam geografis VVIP sehingga ekspektasinya luar biasa. Maka, pihaknya menggandeng sejumlah rekanan atau mitra yang memiliki sumber daya mumpuni sehingga dapat dikerjakan sesuai mutu dan kualitasnya,” ungkapnya.

“Hingga Tahun 2022, rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) akan bertambah sebanyak 44 gardu induk. Kalau di Tahun 2018 ini ada 11 gardu induk dan tahun 2019 akan bertambah lagi menjadi 13 gardu induk. Jadi rata-rata tiap tahun bertambah sekitar 10 gardu induk hingga tahun 2022,” tandasnya. ( jim )