Potong Rambut Dadakan Ditengah Pandemi Covid-19

0

SORONG www.sketsaonline.com – Sejak adanya wabah virus corona atau Covid-19 yang menyebar di dunia hingga ke Insonesia,sangat meresahkan kehidupan orang karena banyak korban meninggal dunia tidak hanya di luar negeri termasuk Indonesia.

Peristiwa pandemi Covid-19 ini tidak hanya memakan banyak orang,melainkan juga Virus Corona ini sangat mempengaruhi sendi sendi perekonomian tanpa mengenal apakah itu pelaku ekonomi kecil,menengah hingga pelaku ekonomi berskala besar .

Dari pantauan Sketsa di Kota Sorong,adanya pandemi Covid-19 tiga bulan belakangan ini perputaran ekonomi sangat dirasakan para pengusaha baik itu pengusaha warung makan, para sopir angkot,pedagang di pasar bahkan super market dan pengusaha hotel serta tempat tempat hiburan.

Media ini menyoroti para tukang pangkas rambut di Kota Sorong yang menempati didalam Kota maupun sudut sudut Kota Sorong.

Abdul salah seorang tukang potong rambut saat berbincang dengan media ini mengaku,sejak adanya corona,penghasilannya jauh berbeda sebelum adanya virus corona ini.

” Sebelum virus corona ini pak, pelanggan kita rame kita layani dari pagi hingga malam tidak hentihentinya sekarang di masa covid-19 ini satu hari hanya tiga,empat orang saja,” ujarnya.

Langganan sepi tidak hanya dirasakan oleh Abdul,akan tetapi dirasakan juga yang seprofesi dengan Abdul.

Ditengah Covid-19 ini sesuai pantauan media ini banyak tukang pangkas dadakan,hampir di setiap kompleks selalu ada tukang pangkas rambut dadakan yang tak kalah pentingnya dengan aslinya.

Rio salah satu tukang pangkas dadakan memanfaatkan situasi corona ini dengan melayani setiap orang yang memotong rambut.

” Potong rambut untuk khusus keluarga sudah saya lakukan,artinya bukan karena virus corona ini.Adanya virus corona ini untuk potong rambut saya layani di komplek.Lumayan untuk nambah uang belanja orang tua di rumah,walaupun upah potong rambut tidak sebanyak aslinya sebesar Rp 35.000 per kepala.Kadang juga tidak bayar.Namanya teman teman kompleks khususnya anak anak muda.Kalo orang tua,pasti dikasikan uang capek,” pungkas Rio sambil tertawa.

Salah seorang pelanggan potong rambut bernama James L,mengatakan,dirinya mengaku selalu potong rambut di dalam kompleks,sudah tidak ke luar lagi,karena takut virus corona ini.

Anak anak kita di kompleks ini,pintar potong rambut,dia beli alat sama dengan tukang pangkas rambut aslinya.Saya sarankan untuk mereka,lanjutkan sebagai tukang potong rambut di kompleks ini,” kata James.

Tidak hanya tukang pangkas dadakan yang ditemui media ini,salah seorang pengemudi taxi angkot di Kota Sorong berinisial OD,dirinya mengaku,penumpang sepi sejak adanya wabah virus corona ini.

” Kita sopir ini pusing pak.Penghasilan kita dari angkot ini setiap hari.Kapan corona ini berakhir” tukasnya.

Hal senada juga dilontarkan karyawan Salon berinisial FH,ia menuturkan,sejak adanya virus corona ini, dirinya terpaksa mengundurkan diri sementara dari pekerja di Salon diakibatkan pelanggan tidak ada yang datang.

” Saya memutuskan untuk berhenti di Salon,dan beralih ke penjual nasi kuning di pinggir jalan protokol Kota Sorong,” terangnya.( joharman silaen)