PPDB Tingkat SMP, Pemkot Depok Terapkan Sistem Zonasi Kombinasi

0

Depok – Pemerintah Kota Depok menerapkan system Zonasi Kombinasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang tingkat SMP sederajat tahun 2019, yaitu jalur zonasi berikut ditambahkan dengan nilai Ujian Nasional (UN) calon siswa.

“Hal ini disebabkan,adanya sebagian masyarakat yang menganggap zona adalah segala-galanya, sehingga tidak memberikan penghargaan kepada siswa yang memiliki nilai tinggi,” kata Wali Kota Depok Mohammad Idris usai acara Halalbihalal Tingkat Kota Depok di di Balai Kota, Kamis (20/06/2019).

Menurut Idris, ketika acuan PPDB hanya sebatas jarak, maka akan tidak adil bagi calon siswa yang memiliki nilai UN tinggi, namun di tempat tinggalnya belum ada SMA Negeri (SMAN). Seperti di Kelurahan Jatimulya atau Pasir Gunung Selatan.
“Bahkan di DKI Jakarta pun, tidak murni zonasi,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidian (Disdik) Kota Depok, Mohammad Thamrin mengatakan, bahwa kebijakan ini sudah dituangkan dalam Petunjuk Teknis (Juknis) dan Petunjuk Pelaksana (Juklak) PPDB SMP sederajat.

Dirinya menilai, skor zonasi dimulai dari 10 hingga 100 poin. Rumusnya, radius tempat tinggal ditambah nilai UN, lalu dibagi dua.

“Sistem perhitungan ini juga berlaku untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan Pelajar Prasejahtera,” ujar Thamrin. (dot)

sumber : depok.go.id