Pra Panen Perkebunan Bertahan Dalam Kondisi Pandemi Covid-19

0

Jatim – sketsaonline.com | Dalam kondisi Pandemi Covid-19 yang melanda Negara kita, termasuk wilayah Jawa Timur, maka dalam rangka mencegah berkembangannya penyakit akibat Covid-19 dan menjaga masyarakat maka Pemerintah menerapkan kebijakkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berdampak terhadap sejumlah sektor hingga membuat banyak aktivitas tidak berjalan dengan normal.

Dalam kondisi seperti ini diharapkan dampak ekonomi pada sub sektor perkebunan tidak terlalu parah.

Terdapat sejumlah faktor yang diharapkan komoditi perkebunan bertahan dalam kondisi ini antara lain aktifitas budidaya komoditi perkebunan masih tetap berjalan ditengah pendemi Covid-19 karena perkebunan rakyat lokasinya terpisah-pisah tidak terkonsentrasi sehingga tidak ada konsentrasi pekerja kebun dalam jumlah yang banyak.

Disamping itu pekerjaan di kebun rakyat yang arealnya tidak terlalu luas lebih banyak ditangani oleh keluarga sendiri.

Oleh karena itu kondisi pendemi Covid-19 tidak berpengaruh secara langsung terhadap produktivitas dan mutu produk perkebunan karena kegiatan budidaya masih tetap berlangsung.

Produksi kopi di prediksi ada peningkatan 5-10% dibanding tahun lalu sementara produktivitas kakao di prediksi stabil namun masih peningkatan produksi yang didapat dari tanaman muda yang mulai produksi.

Demikian juga aktivitas giling pada pabrik gula tetap berjalan mulai bulan Juni 2020 dan hal ini tidak menyalai regulasi karena pabrik gula merupakan industri yang menghasilkan kebutuhan pokok masyarakat.

Dengan demikian arus ekonomi perkebunan tetap berjalan dan proses lelang gula di perkirakan tetap berjalan normal karena gula merupakan kebutuhan pokok.

Pengaruh pendemi Covid-19 yang di rasa kan pada komoditi perkebunan adalah tidak adanya pembeli atau pedagang yang melakukan transaksi sehingga komoditi perkebunan yang saat ini sedang panen misalnya kopi merasakan dampak buruknya.

Akibat tidak adanya pembeli harga kopi jika dijual saat ini berpotensi mengalami penurunan.

Dalam hal ini disarankan petani bisa menunda penjualan sampai kondisi normal bagi komoditi perkebunan menunda jual secara teknis tidak masalah karena pada umumnya komoditi perkebunan tidak mudah busuk daya simpannya relatif lama berbeda dengan produk buah-buahan atau sayur-sayuran yang cepat membusuk jika tidak cepat jual.

Untuk meringankan petani kopi yang saat ini sedang panen dan tidak ada pedagang yang melakukan operasi pasar, Dinas Perkebunan merencanakan program padat karya melalui kegiatan sortasi biji kopi di sejumlah kelompok tani sentral tanaman kopi. (Yoyok)