Prinsip-prinsip umum etika perusahaan Islami

0

Oleh :Sayyidah Zahrotul Fitriyah, STEI SEBI

Tiap perusahaan pasti memiliki landasan atau prinsip dan tujuan perusahaan dibentuk. Semuanya diatur dan memiliki standar tergantung dengan apa yang dituju perusahaan, mulai dari etika karyawan dalam perusahaan dalam hal berpakaian, bertutur kata, bersikap hingga berbahasa tubuh yang sopan. Dengan adanya prinsip etika yang baik akan berdampak pada kemajuan perusahaan tersebut.

Maka ada yang dinamakan Prinsip umum etika perusahaan islami, seperti yang sudah sedikit diulas diatas bahwasannya prinsip atau landasan beretika memiliki standar sesuai dengan tujuan perusahaan.

Ada 6 point dalam pembahasan prinsip umum etika perusahaan islami, antara lain Tauhiid(Ketaqwaan), al-‘adl(sikap adil), at-ta’awun (sikap tolong menolong), Al-Amanah (jujur), Ridha (suka sama suka), dan yang terakhir Maslahah (kemaslahatan), dari keenam point tersebut akan diulas satu persatu sebagai berikut :

Tauhiid (Ketaqwaan)

Dalam Islam semua komponen kehidupan seperti keseharian manusia, segala sesuatu yang dilakukan bisa menjadi sebuah nilai ibadah ketika diniatkan dengan benar, bukan hanya yang terlihat ibadah saja yang bisa mendapatkan nilai ibadah tapi juga dari konsep ini maka islam menawarkan keterpaduan agama, ekonomi, dan sosial demi membentuk kesatuan. Karenanya, dalam konteks tauhid ini dalam prinsip dasar Islam sendiri yang sering digaris bawahi adalah iman sebagai pondasi yang harus kokoh dan kuat dalam sebuah bangunan.

Al-‘Adl (sikap adil)

Kekurangan manusia yang sudah pasti adalah tidak bisa adil secara utuh, tetapi ketika manusia paham akan kekurangannya yang harus dilakukan adalah meminimalisir hal tersebut dengan setidaknya tidak berbuat dzalim terhadap sesamanya. Bertindak secara adil berarti mengetahui hak dan kewajiban yang harus dipenuhi seseorang kepada oranglain. Pada Prinsip keadilan bahwa setiap orang dalam berbisnis diperlakukan sesuai dengan hak nya masing-masing dan tidak boleh ada yang dirugikan.

At-Ta’awun (sikap tolong menolong)

Islam mengajarkan sikap tolong menolong antar sesama. Tolong menolong merupakan salah satu sikap meningkatkan ukhuwah islamiyah yang dibangun atas dasar persaudaraan, baik saudara berbangsa, seagama dll. Dalam membangun bisnis sikap tolong menolong berpengaruh baik bagi perkembangan bisnis kedepannya.

Dalam Al-Qur’an dijelaskan sikap tolong menolong pada Al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 2

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.” (Q.S. Al-Maidah : 2)

Al-Amanah (Jujur)

Amanah adalah salah satu akhlak muslim yang paling penting untuk mengikuti syariat islam. Karena amanah ini adalah dapat dipercaya maka sangat dibutuhkan dalam etika bisnis karena dalam transaksi bisnis seorang pebisnis harus dapat dipercaya dengan semua pelaku bisnis dan mitra bisnisnya juga, baik yang muslim maupun non mislim. Sifat jujur ini merupakan standar dari berbagai perusahaan, karena dengan menerapkan sifat jujur akan menjanjikan keuntungan jangka panjang atas kepuasan konsumen.

Sesuai dengan dalil berikut tentang amanah

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Q.S An-Nisa : 58)

Ridha (suka sama suka)

Segala sesuatu yang dilakukan didunia pasti tujuannya hanya mencari rido Allah SWT, tapi tidak hanya mencari ridho Allah semata, ketika berbisnis didunia pun harus mencari Ridho antar manusia, agar terjalinnya persaudaraan. Ridho yang berarti Rela. Ketika dalam sebuah etika berbisnis dilakukan atas dasar suka dengan suka atau memiliki prinsip agar saling menguntungkan/tidak ada paksaan, saling merasa bahagia karena adanya kepuasan atas berpindahnya barang/jasa oleh upah berbentuk uang antara satu dengan yang lain, maka akan tumbuh rasa persaudaraan karena adanya rasa percaya dengan landasan suka sama suka/tidak ada paksaan antara satu pihak dengan pihak lain.

Kemaslahatan

Pastilah dalam islam segala sesuatu dilihat dari seberapa maslahat yang akan didapat agar tidak ada yang merasa dirugikan, saling memberikan atau memenuhi hak dan kewajiban. Dalam Islam berbisnis bukan hanya tentang keuntungan materi tapi keuntungan lainnya pun harus diperhatikan, sehingga menemukan titik kemaslahatan bersama dan meminimalisir kemadharatan bahkan harus dihilangkan sebuah transaksi yang mendatangkan kemadharatan.

Dari urauain diatas, apa bedanya antara prinsip umum etika perusahan islami dan non islami?

Bedanya, dalam prinsip umum etika perusahaan islami diperhatikan sisi tauhiid nya, dengan cara berpakaian apakah sudah sesuai dengan syariat atau peraturan islam yang ditegakkan dalam sebuah perusahaan dengan tujuan semata-mata ingin mendapatkan ridho Allah. Juga kemaslahatan yang diperhatikan agar kinerja didalam perushaan tidak mendatangkan kemadharatan.