PROSES MANAJEMEN RISIKO DI PERUSAHAAN

0

Oleh : Tasya Kamila, Mahasiswi STEI SEBI

Risiko dapat diartikan sebagai ketidakpastian yang disebabkan oleh adanya perubahan.
Risiko merupakan penyimpangan dari sesuatu yang diharapkan. Faktor ketidakpastian inilah yang akhirnya mengakibatkan timbulnya risiko dalam suatu kegiatan. Sedangkan berdasarkan sudut pandang bisnis, secara umum risiko bisa didefinisikan menjadi potensi, kemungkinan atau ekspektasi terhadap suatu insiden yang dapat berpengaruh secara negatif terhadap pendapatan modal.

Manajemen risiko merupakan proses aktivitas yang dilakukan untuk meminimalkan
bahkan mencegah terjadinya risiko perusahaan. Di dalamnya terdapat aktivitas identifikasi,
perencanaan, strategi, tindakan, supervisi & penilaian terhadap hal-hal negatif yg kemungkinan akan menimpa usaha. Walaupun sebuah perusahaan sudah mengasuransikan risikonya, tetapi tidak berarti perusahaan itu telah terlindung sepenuhnya. Perusahaan premi hanya menanggung sebagian berdasarkan risiko yg ada. Sebagian besar risiko perusahaan, wajib dihadapi sendiri & tidak bisa dipindahkan pada perusahaan premi. Inilah yang menyebabkan manajemen risiko sebagai suatu
keharusan pada setiap perusahaan.

Program manajemen risiko pertama-tama bertugas
mengidentifikasikan risiko-risiko yg dihadapi, setelah itu mengukur atau memilih besarnya risiko itu & lalu barulah bisa dicarikan jalan menghadapi atau menangani risiko itu. Untuk itu orang wajib menyusun taktik untuk memperkecil ataupun mengendalikannya.
Penetapan konteks manajemen risiko erat kaitannya menggunakan melakukan penetapan
tujuan, strategi, ruang lingkup & parameter-parameter lain yg berhubungan proses pengelolaan risiko suatu perusahaan. Proses ini memperlihatkan kaitan atau interaksi antara konflik hal yang akan dikelola risikonya menggunakan lingkungan perusahaan (eksternal & internal), proses manajemen risiko, & ukuran atau kriteria risiko yg hendak dijadikan standar.

Proses ke 2 merupakan evaluasi risiko mencakup tahapan identifikasi risiko yg bertujuan
mengidentifikasi risiko-risiko yg memengaruhi pencapaian target organisasi. Berdasarkan risiko-risiko yg sudah teridentifikasi bisa disusun sebuah daftar risiko kemudian dilakukan pengukuran risiko guna melihat tingkatan risiko. Proses pengukuran risiko berupa analisis risiko yg bertujuan menganalisis kemungkinan & efek menurut risiko yg telah diindentifikasi. Hasil pengukuran berupa status risiko yg memperlihatkan berukuran tingkatan risiko & peta risiko yg adalah gambaran risiko pada suatu
peta. Tahapan lainnya pada evaluasi risiko merupakan penilaian risiko yg ditujukkan untuk
membandingkan output analisis risiko menggunakan kriteria risiko yg sudah dipengaruhi untuk dijadikan menjadi dasar penerapan penanganan risiko.

Proses ketiga pada proses manajemen risiko merupakan penanganan risiko yg berupa
perencanaan atas mitigasi risiko-risiko untuk mendapatkan cara lain penyelesaiannya sebagai akibatnya penanganan risiko dapat diterapkan secara efektif & efisien. Beberapa cara lain penangangan risiko yg bisa diambil diantaranya bertujuan untuk menghindari risiko, memitigasi risiko untuk mengurangi kemungkinan atau efek, mentransfer risiko pada pihak ketiga (risk sharing) & mendapat risiko (risk acceptance).

Pada akhirnya, ketiga proses tadi disertai menggunakan 2 proses pendukung lainnya yaitu
komunikasi & konsultasi, untuk mengklaim tersedianya dukungan yg memadai menurut setiap aktivitas manajamen risiko, & mengakibatkan setiap aktivitas mencapai sasarannya
menggunakan tepat. Proses lainnya merupakan monitoring & review yg bertujuan buat memastikan bahwa implementasi manajemen risiko berjalan sinkron menggunakan perencanaan dan menjadi dasar buat melakukan pemugaran secara terjadwal terhadap proses manajemen risiko.