Proyek Drainase di Jalan Kemakmuran Dikeluhkan Warga

0

Depok – Proyek pembangunan drainase di Jalan Raya Kemakmuran, Kecamatan Sukmajaya, Depok, dikeluhkan warga setempat.

Pasalnya proyek pembangunan yang Berdasarkan Berita Acara Penetapan Pemenang Paket Pekerjaan Saluran drainase Jl. Kemakmuran, No.17285467/011/P-V/ULP/XI/2018 tanggal 21 November 2018, dengan nilai total HPS Rp. 469.045.400,00 itu menyisakan hasil pekerjaan yang amburadul.

Menurut Aad, salah satu warga sekitar, mengatakan, pihak pelaksana proyek, usai melakukan pekerjaan drainase, tidak rapihkan lagi. Hal ini menyebabkan bahu jalan untuk pejalan kaki atau pedestriannya menjadi berantakan alias amburadul.

“Sangat sulit bang jika hendak membeli sesuatu ke toko (drainase di Jalan Raya Kemakmuran-red) karena tidak ada pedestriannya. Untuk pejalan kakipun sulit. Apalagi mau memarkirkan kendaraan,” terang Aad.

Sementara itu, Sekjen DPP LSM PENJARA, Tonny Supriadi, sangat menyayangkan, bahwa pembangunan drainase terkesan asal jadi, dan dipastikan proyek tersebut telah merugikan keuangan Negara yang seharusnya di kerjakan secara maksimal hingga selesai, bahkan lokasi hasil pekerjaan di tata dan bersihkan kembali seperti semula.

Dia menilai proyek tersebut terkesan belum usai dikerjakan. Apalagi pada saat proses pengerjaannya diduga tidak sesuai rancangan anggaran biaya yang sudah ditetapkan.

“Saya juga pernah monitor kegiatan proyek. Jadi saya paham kualitas bangunan. Bila seperti itu, pihak rekanan telah mengelabui pemerintah, sebagai sumber dana Dinas PUPR kota Depok” kata Tonny dikantornya Margonda, Senin (14/01/2019).

Sebagai lembaga swadaya masyarakat (LSM), kata dia, ia tetap mengapresiasi atas adanya pembangunan drainase tersebut.

“Namun bila melihat kwalitas hasil pekerjaannya dan dikerjakan asal jadi, hal itu terasa sia-sia saja, sebab tidak akan bertahan lama. Silahkan di periksa oleh pihak pengawas,” ujarnya. (Dot)