PTM Tingkat SMA Mulai diberlakukan,Wali Kota Depok Bentuk Tim Mitigasi

0
Wali Kota Depok, Mohammad Idris saat melakukan sesi wawancara pada program Kompas Malam di Kompas TV, Minggu (09/01/22). (Foto: istimewa).

Depok – Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengusulkan pembentukan tim mitigasi PTM tingkat SMA yang dibentuk oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Hal itu dilakukan pemberlakuan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Depok yang secara bertahap mulai dilaksanakan Senin (10/01).

“Kami kemarin minta dibuat tim satgas khusus untuk mitigasi penanganan kasus Covid-19 ketika terjadi di SMA. Supaya nantinya jangan Wali Kota disalahkan kalau kami pakai mitigasi terhadap satu kasus yang terjadi di SMA,” ujar Mohammad Idris, saat melakukan sesi wawancara pada program Kompas Malam di Kompas TV, Minggu (09/01/22).

Dikatakam Idris, usulan pembentukan tim mitigasi PTM khusus SMA tersebut demi menghindari permasalahan ke depannya. Sebab, tanggung jawab dan kewenangan SMA/SMK berada dipihak provinsi.

“Karena ini ranahnya provinsi, maka kami meminta usulan pembentukan tim mitigasi PTM ke provinsi, kalau tidak ini akan menjadi masalah ke depannya,” tuturnya.

Lebuh lanjut Ia mengatakan, pada PTM di tingkat SMA, kegiatan belajar mengajar berlangsung selama lima jam. jumlah kapasitas siswanya 50 persen.

“Saya perlu klarifikasi bahwa tidak ada penundaan untuk PTM 100 persen di Bodebek khususnya Provinsi Jawa Barat. Jadi, pernyataan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi itu sudah dijawab dengan Surat Edaran tujuh Januari kemarin, bahwa level 1 dan 2 dengan capaian vaksinasi 80 persen dosis 1 dan dosis 2 lebih dari 50 persen ini pembelajaran diberlakukan 100 persen,” jelasnya.

Meski demikian, sambung Mohammad Idris, di beberapa kota termasuk Kota Depok, ada sejumlah SMA dari sisi hasil periksa protokol kesehatan (prokes) yang belum lengkap. Ditambah pendapat orang tua siswa yang tidak setuju dengan PTM 100 persen karena adanya varian baru Covid-19.

“Vaksinasi kami sudah 100 persen untuk tenaga pendidik dan kependidikan. Cuma ini karena masalah prokes yang 97 persen SMA sudah siap dan 3 persen belum siap. Maka, Kantor Cabang Dinas (KCD) akan vidcon se-Jabar untuk meminta pandangan orang tua, dan ada sedikit pengetatan prokes. Untuk Kota Depok yang menangani SD dan SMP sudah selesai 100 persen, mulai belajar pada 24 Januari 2022,” tandasnya. (Idris)