Puluhan Personel Kodim Depok Ikuti Pembinaan Mental

0
Puluhan prajurit TNI, PNS dan anggota Persit Kodim 0508/Depok mengikuti pembinaan mental di aula Makodim Depok, Senin (21/01/2019). (Foto:Boy)

DEPOK – Puluhan anggota TNI, PNS dan Persit Kodim 0508/Depok mengikuti pembinaan rohani dan mental di aula Makodim 0508/Depok, Jalan Pramuka, Mampang, Pancoran Mas, Depok, Senin (21/01/2018).

Kepala staf Kodim (Kasdim) 0508/Depok Mayor Arh Erfan Yuli Saputro menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti oleh prajurit TNI, PNS dan anggota Persit yang beragama Islam.

Hadir sebagai pemberi tausiyah adalah Letkol Inf Abdul Kohar dari Pembinaan Mental Kodam (Bintaldam) Jaya. Tema yang diangkat dalam pembinaan rohani kali ini mengenai muhasabah diri.

“Pembinaan rohani dan mental yang diberikan oleh pembina dari Bintaldam Jaya ini, merupakan program dari Kodam Jaya, pelaksanaannya dilakukan setiap tiga bulan,” kata Erfan.

Pembinaan rohis (rohani islam), kata dia, bertujuan memberikan kesehatan mental bagi para prajurit Kodim 0508/Depok, khususnya.

Menurutnya, kesehatan mental merupakan kondisi ideal dimana seseorang tidak hanya sehat secara fisik, mental, spiritual, dan sosial saja. Tetapi juga memiliki potensi yang dapat membuat orang hidup secara produktif.

Namun, lanjut dia, pada kenyataannya berbagai masalah kesehatan mental timbul di masyarakat, termasuk juga di kalangan prajurit TNI.

“Karena itulah, pembinaan rohani dan mental prajurit Kodim 0508/Depok ini, perlu dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Letkol Inf Abdul Qohar dalam tausiyahnya mengenai muhasabah diri, mengajak para prajurit TNI, PNS dan anggota Persit untuk lebih baik dari tahun sebelumnya, yakni tahun 2018.

“Marilah kita kembali melakukan evaluasi diri, melakukan muhasabah, menghitung kembali terhadap apa yang sudah kita lakukan ditahun sebelumnya,” kata Abdul.

Dengan kesadaran melakukan muhasabah, kata dia, maka akan memunculkan dorongan agar kita senantiasa bisa berusaha untuk menyempurnakan, memperbaiki, dan menambah amal ibadah dan kebaikan yang sudah kita lakukan.

“Yang harus senantiasa kita evaluasi adalah sejauh mana kita bertaqwa kepada Allah. Dalam arti lain, sejauh mana kesungguhan kita dalam menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya,” kata Abdul. (Boy)