Puluhan Warga Penerima BPNT Desa Mandiro Tak Dapat Nikmati Program, Ini Tanggungjawab Siapa.?

0

Bondowoso| Sketsaonline. com – Puluhan Warga Desa Mandiro Kec. Tegalampel mengaku telah terjadi masalah dalam penyaluran program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). PKH maupun Non PKH (Program Keluarga Harapan).

Pasalya, Rekening Kartu ATM penerima manfaat Program BPNT PKH dan Non PKH sudah setahun lebih masih kosong (saldo 0), sehingga Mereka sama sekali tidak dapat menikmati madu dalam program tersebut.

Salah satu dari puluhan Warga yang mengeluh yakni, Wartik Desa Mandiro Rt. 16 Rw. 05 dan Ka, sudah 1 tahun lebih Mereka tidak dapat menikmati program BPNT seperti tetangga lainnya lantaran saldo dalam kartu ATM miliknya berjumlah Rp. 0.

” Padahal awalnya Kami juga mendapatkan beras selama 3 bulan berturut-turut dari program tersebut, setelah itu hingga saat ini kami tidak lagi mendapatkan dan saat Kami tanyakan kepada Kasun Jumarto koordinator program menurutnya kartu ATM Kami error. ” Tuturnya selasa (28/04).

Sama halnya dengan yang dialami oleh KA, bantuan BPNT berupa Beras untuk keluarga sejahtera yang ada di ATM PKH miliknya juga bernasib sama, tidak dapat dinikmati lantaran tidak ada saldo alias 0.

” Awalnya lancar selama 3 bulan akan tetapi setelah itu bernasib sama seperti wartik, yang ada hanya uang tunai untuk biaya anak Kami yang sekolah. Dan kejadian ini sudah Kami laporkan kepada pendamping PKH, katanya masih mau ditelusuri apa penyebabnya, namun entah sampai kapan Kami harus menunggu, aneh.! Uang tunai ada, Bpntnya malah ludes, ” Ujarnya.

Terpisah Kepala Dusun Desa Mandiro, Jumarto, membenarkan adanya persoalan tersebut, ” Sebanyak 19 Orang penerima BPNT tidak menikmati bantuan berupa beras, ini sudah Kami sampaikan kepada TKSK (Tenaga Kesejahtetaan Sosial Kecamatan), agar segera di tindaklanjuti, berikut 19 kartu ATM sudah Kami serahkan kepada TKSK agar segera di crosscek apa yang jadi penyebabnya tetapi hingga saat ini belum ada tanggapan serius terkait persoalan itu. ” Tutur Jumarto.

Terpisah pendamping PKH Desa Mandiro, Andi mengaku sudah melaporkan persoalan tersebut pada pihak BNI maupun KoorKab, namun hingga kini belum ada kepastian dari pihak yang berkompeten di program tersebut, ” Terus terang Kami kebingungan menghadapi persoalan ini, keluhan mereka sudah Kami sampaikan tapi sampai sekarang belum ada kepastian, ” Ungkapnya via Telepon. ( Bam” S )