Relawan BARAK diibaratkan Pasukan Ka’bah Pembela Mohammad

0
foto : Hj.Qonita Luthfiyah

Depok – Mendengar kata Pasukan Ka’bah, daya ingat seluruh kaum muslim didunia pasti tersentak, membuka kembali lemabaran-lembaran sejarah yang pernah dipelajari sejak kanak-kanak.

Kisah tentang Pasukan Ka’bah bahkan telah diabadikan dalam Kitab Suci Umat Islam, Al-qur’an serta disempurnakan melalui kitab yang ditelaah dan ditafsirkan beberapa ulama terpercaya di dunia.

Dalam Al-Qur’an sendiri, ada beberapa ayat yang menjelaskan tentang apa itu Pasukan Ka’bah. Salah satunya dalam surat Al-Fiil yang berarti gajah.

Sedikit ringkasan tentang Pasukan Gajah dalam surat diatas, dimana Pasukan Gajah diartikan sebagai pasukan Burung Ababil, yang membawa batu api dan meluluh-lantakkan Pasukan Gajah yang dipimpin Raja bernama Abrahah.

Pasukan Burung Ababil itu diceritakan diturunkan Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa membawa batu-batu dari neraka. Tujuannya adalah menghancurkan pasukan Abrahah yang ingin meruntuhkan Ka’bah, tempat yang kini merupakan Kiblat bagi muslim di dunia.

Tujuan Abrahah mengahancurkan Ka’bah dijelaskan dalam Al-Qur’an karena dia merasa iri. Pada masa itu, setiap tahunnya Ka’bah selalu ramai dikunjungi peziarah dari berbagai negara.

Abrahah menilai bangunan Ka’bah yang sederhana saja dapat menarik peziarah mengunjungi tempat itu dengan berbondong-bondong. Karena itu, dia membuat sebuah bangunan megah yang terbuat dari emas di wilayahnya.

Itulah sedikit sejarah tentang Pasukan Ka’bah, pasukan yang telah menggagalkan ambisi raja yang ‘ngotot’ berkuasa.

Di Kota Depok, nama Pasukan Ka’bah kembali muncul ke permukaan, dengan persepsi dan arti yang menyerupai. Namanya adalah Barisan Relawan Ka’bah, disingkat Barak.

Pasukan Ka’bah atau Barak adalah sebuah mini organisasi atau organisasi sayap milik Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Tujuan organisasi itu dinamakan Barisan Relawan Ka’bah adalah agar langkah yang diambil para anggotanya mengikuti jejak-jejak Pasukan Ka’bah seperti yang dikisahkan.

Salah satu anggota Barak, Soleh mengaku terharu menjadi anggota Barisan Relawan Ka’bah. Dia bahkan terharu jika mendengar kata Ka’bah.

Kata Soleh, Ka’bah merupakan muara kaum muslim dan muslimin di dunia kembali, berlutut sama rendah berdiri sama tinggi. Karena, disana tidak adalah perbedaan.

Dia menceritakan, dari sana puncak pembelajaran seluruh umat manusia. Tidaklah ada perbedaan kecuali tingkat keyakinan dan kepercayaannya terhadap Tuhan yang maha Esa sebagai pencipta alam semesta beserta isinya.

Ketua Pembina Barisan Relawan Ka’bah, Qonita Luthfiyah bahkan mengaku amatlah bangga, terhadap Barisan Relawan Ka’bah. Relawan.

“Sejarah mencatat, Pasukan Ka’bah adalah pembela Mohammad, itu landasan intinya,”. tandas Qonita.