Residivis 113 Gram Shabu Dituntut Jaksa Depok Selama 11 Tahun Penjara

0


Depok – Perdi Irawan alias Perdi (34), Residivis perkara Narkotika dengan barang bukti shabu-shabu 113,1464 gram dan ganja kering dengan berat netto 32,2106 dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Wiyanti selama 11 tahun penjara dan denda sebesar Rp 10 Milyar subsider tiga bulan penjara.

Perdi sebelumnya pernah disidangkan sebagai terdakwa dalam perkara Narkotika di Pengadilan Negeri Depok pada Tahun 2017 lalu dengan Nomor 137/Pid.Sus/2017/PN Depok. Saat itu Perdi dituntut JPU Rizky Ika Pratiwi berupa pidana penjara selama satu tahun. JPU menyatakan terdakwa bersalah melakukan penyalahgunaan Narkotika Golongan I bagi diri sendiri.

Majelis Hakim yang dipimpin Oki Basuki Rachmat dengan anggota Nanang Herjunanto dan Teguh Arifianto menyatakan sependapat dengan JPU. Menyatakan Perdi bersalah melanggar Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Menjatuhkan putusan selama 10 bulan penjara.

Meskipun pernah masuk bui namun tidak membuat jera Perdi sehingga kembali menjadi terdakwa dengan Dakwaan Alternatif Kumulatif. Kesatu, Pasal 114 Ayat (2) Atau Kedua, Pasal 112 Ayat (2) dan Pasal 111 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam pembacaan Surat Tuntutan yang dibacakan di dalam sidang yang terbuka dan dibuka untuk umum, JPU Sri Wiyanti menyatakan terdakwa terbukti bersalah menjadi perantara dalam jual beli Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman dan tanaman yang beratnya melebihi lima gram.

“Menyatakan terdakwa telah terbukti bersalah melanggar Pasal 114 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Menuntut Perdi Irawan alias Perdi berupa pidana penjara selama 11 Tahun dan denda sebesar Rp 10 Milyar subsider tiga bulan kurungan,” kata JPU Sri Wiyanti, Rabu (30/1/2019).

Masih kata JPU, barang bukti tujuh bungkus plastik bening berisi kristal warna putih dengan berat netto 113,1464 gram ; tiga bungkus bahan/daub dengan berat netto 32,2106 gram : satu buah HP Vivo type RY 63 warna hitam ; satu buah HP Vivo tipe V 9 warna hitam dan satu buah dompet warna hitam dirampas untuk dimusnahkan sedangkan uang sebesar Rp 1,4 Juta disita untuk negara.

Dalam agenda sidang sebelumnya, terdakwa mengakui, ditangkap SatNarkoba Polresta Depok, Selasa (11/9/2018) sekira pukul 20.00 wib di rumahnya di Jalan Rawa Indah Gang Batas No.70 RT.008/RW.001 Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat.

“Dua paket shabu ditemukan di lemari pakaian kamar tidur saya sedangkan lima paket shabu dan tiga bungkus ganja, dua buah timbangan digital warna hitam dan silver, satu buah HP Vivo type RY 63 warna hitam serta satu buah HP Vivo type V 9 warna hitam dan satu buah dompet warna hitam yang berisi uang Rp 1,4 Juta ditemukan di lantai ruang tamu di samping saya duduk,” ujar Perdi.

Terdakwa menambahkan, barang haram shabu-shabu tersebut diperoleh dari Saudara Ibrahim (DPO) untuk menemui Saudara Abang (DPO).

“Sedangkan tiga bungkus ganja kering saya beli Sabtu (8/9/2018) sekira pukul 00.30 wib dekat rumah saya dari Saudara Tegek seharga Rp 600 Ribu,” tuturnya.

Perdi memaparkan bahwa dirinya disuruh Saudara Ibrahim untuk mengambil shabu dengan menemui Saudara Abang terlebih dahulu di depan Stasiun Klender, Jakarta Timur, Jumat (7/9/2018) sekira pukul 08.00 wib.

“Saudara Abang pas ketemu saya menyerahkan tiga bungkus plastik bening yang berisi shabu. Habis itu, saya langsung pulang ke rumah menggunakan angkutan umum,” kata terdakwa.

Sampai di rumah, dua paket shabu disimpan di lemari pakaian sedangkan satu paket terdakwa bongkar jadi beberapa bungkus kemudian terdakwa antar ke Saudara Gani ke Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

“Selain ke Gani, saya juga mengantar paket shabu ke Saudara Manggap, Ari dan Nurman di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Sebelum diantar, saya menghubungi mereka dengan cara menelepon satu persatu,” tandasnya.
( jim )