SABAR

0

Saat seorang hamba ditenggelamkan dalam lautan nikmat, ia pun merasakan keindahannya namun tak pernah melupakan satu kata, yaitu syukur,Saat Allah juga mengasah sang hamba dengan gelombang mushibah bertubi tubi menghantam, ia pun tak pernah melupakan satu kata, yaitu sabar.

Apakah sabar ada batasnya ?

“Bagi sahabat saya, kesabaran itu menunggu dan terus menunggu. Padahal ta’aruf ini telah berjalan lama, sangat lama. Ikhwan itu selalu mengulur. Meminta waktu dan terus begitu.” curhat seorang akhwat.

Nah apakah ini yang dinamakan kesabaran?
Sebenarnya ada 3 kategori sabar dalam AlQuran .
Sabar dalam menghadapi mushibah dan ujian

” Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (QS. Al Baqarah : 155-156)

Sabar dalam mentaati Allah
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya” (QS. Thaaha :132)

Sabar untuk menjauhi kedurhakaan
“Yusuf berkata “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk memenuhi keinginan mereka dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” (QS. Yuusuf :33) Maka seringkali, kesabaran itu tak selalu berarti menunggu, menanti.

Sabar adalah lautan tak bertepi. Tapi menunggu itu ada batasnya. Batas itu adalah garis yang memisahkan ketaatan pada Allah dengan pintu-pintu peluang mendurhakainya. Dan disitulah kita temukan kesabaran sejati.

“Saya akan menikahi putri bapak, tapi dua atau tiga tahun lagi.”

Sang akhwat takut, ia merasa tak sanggup menanti. Belum lagi penantian tersebut membuka pintu-pintu syaithan. Dan dengan berani ia tak menerima lamaran itu jikalau begitu adanya. Ia memilih kesabaran, menjaga diri untuk taat pada Allah dan menjauhi maksiat.

Oleh : Siti Aisyah (STEI SEBI)