Sah! JPU Charles Pangaribuan Tuntut AKJ Selama 2 Tahun Penjara

0


DEPOK – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hengki Charles Pangaribuan dalam pembacaan surat tuntutannya menyatakan bahwa terdakwa Abdul Kodir Jaelani (AKJ) dengan Nomor Perkara 38/Pid.B/PN Depok/2020, dituntut berupa pidana penjara selama dua tahun.

Di dalam ruang sidang yang terbuka dan dibuka untuk umum, JPU menyebut AKJ, terbukti bersalah melakukan penipuan terhadap Saksi Korban Arpah. Perbuatan ini sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHPidana.

“Menurut kami Penuntut Umum, perbuatan terdakwa sudah secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah sebagaimana dalam Dakwaan pertama kami Penuntut Umum,” kata Charles, Selasa (24/3/2020), saat ditemui di ruangannya.

Ia menambahkan, dalam Surat Dakwaan No. Reg. Perkara : PDM-07/DEPOK/01/2020, JPU menjerat terdakwa AKJ ini dengan Dakwaan Alternatif, yakni Kesatu, Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHPidana, atau Kedua, melanggar Pasal 374 KUHPidana.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok yang dipimpin M. Iqbal Hutabarat dengan anggota Forci Nilpa dan Nugraha Medica Prakasa dalam persidangan menyatakan sidang ditunda.

“Sidang kami tunda, Kamis (2/4/2020), untuk mendengarkan nota pembelaan (pledoi) dari Penasehat Hukum terdakwa maupun dari terdakwa,” ujar M. Iqbal sambil mengetuk palu pertanda sidang ditutup.

Sementara itu, salah seorang Penasehat Hukum terdakwa Bambang Sripujo Soekarno Sakti, SH, MH, dari Posbankum Advokat Indonesia Depok-Jawa Barat mengatakan bahwa pihaknya akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) pada sidang yang akan datang.

“Kami akan mengajukan pembelaan atau pledoi karena pledoi itu adalah hak terdakwa di persidangan untuk mendapatkan keadilan. Kiranya Majelis Hakim yang memimpin persidangan ini dapat memberikan keadilan yang seadil-adilnya bagi klien kami,” tegas Bambang. (JIMMY)