Setda Depok Gelar Forum Renja. Yeti Wulandari Usulkan Pemecahan Dinas Poryata

0
Hardiono Sekda kota Depok

Depok – Sektretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Hardiono mengatakan, rencana kerja sekretariat daerah kota Depok 2020 fokus wujudkan sinergitas perencanaan dalam rangka peningkatan daya saing daerah

“Isu strategis adalah pelaksanaan reformasi birokrasi dan kebijakan terhadap peningkatan pelayanan publik “demikian dikatakan Hardiono pada pemaparannya saat lmelaksanakan Forum Renja Perangkat Daerah Tahun 2021 di Hotel Savero, Margonda, Selasa (25/02/2020).

Dikatakan Hardiono untuk program prioritasnya adalah peningkatan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan serta peningkatan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dan peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pelayanan

“yang menjadi prioritas di sini adalah peningkatan pelayanan publik, target kita adalah karena kita pemerintahannya pelayanan kepada masyarakat itu adalah yang utama dan menjadi sebuah kewajiban”ujar Hardiono.

Selain itu dirinya menambahkan, bahwa fungsi Setda juga menerapkan dan membantu kebijakan-kebijakan publik.

“Demikian juga menjaga kerukunan antar umat beragama serta meningkatkan kesadaran hidup berbangsa dan bernegara. Mengingat Pemerintah Kota Depok memiliki nilai religius dan sangat strategis. Maka dari itu, penting juga dalam urusan keagamaan meskipun ini adalah urusan pusat,” paparnya.

Yeti Wulandari Wakil Ketua 1 DPRD kota Depok

Pada kesempatan sama Wakil Ketua 1 DPRD Kota Depok Yeti Wulandari menuturkan renja ini dilakukan dalam rangka untuk merencanakan kegiatan ditahun berikutnya.

“dari sudut pandang kami sebagai DPRD mengusulkan yang pertama adalah untuk perda-perda di kota Depok bisa tersosialisasikan sampai tatanan yang paling bawah.

kedua mengusulkan agar dinas Disporaya bisa dipecah menjadi Dinas kebudayaan Pariwisata dan ekonomi kreatif serta Dinas pemuda dan olahraga. ‘Hal ini agar dimasalah pemerintah bisa optimal dan masalah kebudayaan dan pariwisata ekonomi kreatif ini juga bisa dimaksimalkan”ujrq Yeti.

Menurutnya jika kita bicara masalah Dispoyata lebih kepada umum untuk pariwisata kebudayaan, olahraga dan pemuda sehingga mungkin fokusnya belum menjadi prioritas dan preventifitas,

“begitu pula dengan UMKM yang saat ini berada di dinas tersendiri. Dalam hal ini saya melihatnya perlu adanya usulan pemecahan “katanya

Dikatakan Yeti untuk masalah realisasinya perlu juga dibahas, baik di eksekutif maupun legislatif karena perlu adanya perubahan Perda terkaitSusunan Organisasi Tata Kerja (SOTK)

“pastinya terkait ini juga akan ada injeksi anggaran karena ada dalam satu dinas akhirnya di pecah yang nantinya akan ada pembagian dalam anggaran serta sumber daya ASN nya.

Berharap pemecahan dinas ini adalah salah satu metode yang sangat efektif. Dimasalah pemerintah bisa optimal serta masalah kebudayaan dan pariwisata ekonomi kreatif uga bisa dimaksimalkan tutup Yeti. (DOT)