SIDANG PERDANA PENCURIAN BILIK SUARA, HAKIM SEBUT ADA KELALAIAN PIHAK KPU

0

BONDOWOSO| Sketsaonline. com – Kasus pencurian 5 Ribu Bilik Suara yang ada di Gudang KUD Jaya Kel. Sekarputih Kec. Tegalampel beberapa bulan lalu kini mulai disidangkan.

Roni Hayu Amaliyah (34) warga Kel. Sekarputih Kec. Tegalampel sebagai tersangka dalam pencurian barang milik Negara tersebut menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Bondowoso, Selasa ( 05/03 ).

Dan dalam sidang perdana yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Khusaini, SH. MH itu, JPU (Jaksa Penuntut Umum) yakni Ardian Wahyu Hastono SH, sengaja menghadirkan 7 Orang Saksi, ke 7 nya merupakan pegawai dari KPUD Bondowoso.

Menariknya saat sidang berlangsung pertanyaan Ketua Majelis Hakim justru lebih mengarah pada salah satu Komisioner KPU yakni, Amiruddin Ma’ruf mantan Divisi Logistik dan Joko Wahyudi Sekretaris di KPUD Bondowoso.

Bahkan disaat Majelis Hakim bertanya kenapa ribuan bilik suara itu hilang kepada Amiruddin Makruf, Komisioner KPU divisi Perencanaan dan Data. Yang dulu mantan devisi logistik, dipersidangan terdebut, ia sebagai saksi pelapor. menjawab,

” Ya betul ada ribuan bahkan 8 ribu bilik suara yang ada digudang KPU Sekarputih hilang. Maka saya segara melaporkan kepolisi,” kata Amiruddin.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Hakim menegaskan bahwa saksi Joko wahyudi, di anggap lalai bahkan ada pembiaran yang cukup lama yaitu kunci gudang ada pada Roni. Hingga terjadilah pencurian yang mengakibatkan ribuan bilik suara KPU Anggaran APBN itu raib.

” Dan, selain Sekretaris KPU, faktor kelalaian ini juga ia menyebutnya ada pada mantan Komisioner Logistik KPU yaitu Amiruddin,” Ungkap Hakim Ketua.

Ironisnya, ketika Hakim Ketua menanyakan BB (barang bukti) yang dicuri oleh terdakwa kepada JPU. Dengan nada sangat ringan JPU menjawab, BB tidak ada.

“JPU apakah BB yang dicuri oleh terdakwa ada. Karena hakim bisa menghukum terdakwa harus berdasarkan minimal dua alat bukti, ” Tuturnya.

Sementara itu, pantauan dari Sketsaonline. Disamping terdakwa Roni sendiri sebagai koordinator pemegang kunci gudang. Ia juga bertugas sebagai perbaikan kotak bilik suara yang rusak, Roni sapaan akrabnya merupakan pegawai honorer di KPU Bondowoso, dan di dakwa telah melakukan pencurian sekitar 8 ribuan bilik suara milik KPU Bondowoso. Hingga diseret ke meja hijau usai tertangkap oleh satuan reserse kriminal Polres Bondowoso. dan selanjutnya, majelis hakim akan menggelar sidang minggu mendatang dengan menghadirkan saksi dari terdakwa. ( Bam” S )