Solidaritas OAP Gelar Aksi Demo

0


SORONG-Puluhan orang asli papua (OAP) yang mengatasnamakan solidaritas masyarakat papua se sorong raya Rabu,(22/5/19) menggelar aksi demo damai ke Kantor Walikota Sorong.

Aksi demo damai yang di pimpin koordinator lapangan Herman berjalan aman dan tertib di bawa pengamanan personel Polres Sorong Kota.

Dari pantauan Sketsa,sebelum melancarkan aksi demo,massa yang berjumlah puluhan orang itu,terlebih dahulu melancarkan aksi demonya di lapangan terbuka seperti di pinggiran jalan seperti di depan pertokoan yang halamannya luas.

Pendemo melancarkan orasi orasinya kurang lebih dua jam kemudian pendemo long mars ke Kantor Walikota Sorong.

Setibanya di Kantor Walikota Sorong pendemo diterina oleh Walikota Sorong Lambertus Jitmau didampingi beberapa Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Kota Sorong.

Koodinator Lapangan Herman mewakili para pendemo menyampaikan orasinya yang mengatakan,ada beberapa tuntutan yang disampaikan diantaranya ketidakberpihakan undang undang otonomi khusus,tidak mengakomodir aspirasi orang asli papua yaitu 80 persen putra orang asli papua,20 persen untuk non papua,dan sudah terbukti di pemilihan anggota legislatif justru pendatang yang lebih banyak.

Hak hak dasar kami dirampas tidak mengakomodir amandemen undang-undang otsus itu,” terang Herman dalam menyampaikan orasinya.

Hal yang tak kalah pentingnya kata Herman yaitu kedepan harus di bentuk Partai lokal sama dengan yang ada partai lokalnya,agar dapat mengakomodir hak hak orang papua.

Tuntutan yang disampaikan pendemo diterima baik oleh Walikota Sorong

Dikatakan oleh Walikota Sorong,semua aspirasi yang disampaikan sebelumnya sudah di pikirkannya.

Khusus perbandingan anggota legislatif yang di dominasi pendatang,tuntutan itu sudah terlambat masuk di meja Walikota kenapa tiga bulan sebelum pemilu di laksanakan supaya bisa di pertimbangkan.

Walau demikian kata Walikota semua aspirasi yang disampaikan akan di perjuangkan.

“Dalam waktu dekat saya akan ke Manokwari untuk ketemu Gubernur,DPRD serta anggota majelis rakyat papua (MRP).Kami walikota ,bupatiPapua Barat akan rapat termasuk membahas orasi yang kalian berikan,,termasuk pembentukan adanya partai lokal ” ujar Walikota

Para pendemo membubarkan diri dengan teratur setelah surat tuntutan di terima Walikota.(jos)