Sosialisasi Branding Kota Depok, Sebagai Kota Bersahabat

2

_20161127_151613Depok – Sketsa Online

Untuk meningkatkan daya saing menghadapi kompetisi global Walikota Depok, Mohammad Idris gencar melakukan sosialisasi Branding City Kota Depok, Depok A Friendly City, (Depok Bersahabat).

Kota Depok saat ini menjadi incaran wilayah lain sebagai tempat tinggal. Itulah kenapa jumlah penduduk di Kota Depok terus meningkat.“Depok sudah dilirik untuk wilayah tempat tinggal yang nyaman, faktor inilah yang menjadi salah satu dasar ditetapkannya Depok a Friendly City,” kata Walikota Depok Muhammad Idris di Hotel Gumanti Bogor saat acara media gathering bersama awak media, (26/11)

Walikota mengajak semua elemen masyarakat mensosialisasikan city branding Kota Depok, a friendly. ‘’Dengan adanya koordinasi dan sinergi dari setiap elemen untuk bersama- sama memperkenalkan branding Depok sebagai Kota Bersahabat, agar program ini bisa berjalan secara maksimal,’’ ungkap Idris.

Exif_JPEG_420Di tempat terpisah M. Rahmat yananda konsultan yang bergerak di bidang kampanye strategis pada pemaparannya juga menjelaskan, City Branding atau branding kota merupakan perangkat baru dalam pembangunan wilayah untuk meningkatkan daya saing menghadapi kompetisi global. sebagai perangkat,branding kota kelanjutan dari pemasaran tempat(place market) yang telah dilakukan banyak kota-kota dunia. Branding dan pemasaran tempat berkembang sejalan dengan globalisasi .

“City branding adalah salah satu layanan yang tengah dikembangkan oleh makna informasi Indonesia untuk membantu pembangunan suatu. kota ,kabupaten dan provinsi berbasis Identitas daerah”.jelasnya pada saat memberikan pemaparan di aula Hotel Gumanti Bogor.

Indentitas atau Karakter suatu daerah adalah dasar pembangunan yang memaksimalkan keunggulan komparatif guna menjaga setiap tempat dan lokasi dipermukaan bumi memiliki daya tawar dengan tempat dan lokasi lainnya.”Keunggulan berbasis identitad yang memunculkan daya saing tersebut bila diselenggarakan sejalan dengan kepentingan warga akan membuka keunggulan kompetitif.

Dan City Branding bukanlah praktik manajemen baru dalam penyelenggaraan kota . praktik-praktik pemasaran kawasan atau loksi pun telah lama diterapkan hal ini guna menjual destinasi (wisata), kswasan industri dan perumahan. ” pemasaran tempat menjadi penting karena globalisasi ekonomi telah menjadikan kota sebagai modal strategis. Lanjut Rahmat sebagai konsultan yang bergerak mulai dari riset, perancangan dan implementasi program pada pemaparannya.(SO-Idris)

Comments are closed.