Tagihan listrik lebih mengerikan dari pada covid 19

0

Depok. Beberapa hari ini masyarakat di buat bingung oleh tagihan listrik abudemen yang tiba – tiba melonjak hampir 2x lipat padahal pemakaian setiap hari seperti biasa.

Seperti yang terjadi pada salah satu warga kecamatan cimanggis kota depok selain harus menerima tagihan abudemen yang mencapai Rp. 2000.000 selama 2bulan box meteran pun terpaksa di bongkar akibat tidak mau membayar tagihan tersebut.

Saat di konfirmasi pemilik rumah menjelaskan jika selama pandemik covid19 ini seluruh keluarganya tinggal di kampung jadi rumah tersebut kosong, saya jadi bingung ko tiba – tiba tagihan listrik rumah saya bisa mencapai segitu, mana meteran sekarang ikut di bongkar pula berarti ini kan sama saja saya yang di rugikan.

Menurut pengamat kebijakan pelayanan publik “Taher” Tagihan PLN lebih mengerikan dari virus covid 19

Taher mengungkapkan PLN tidak bisa berdalih alasan kenaikan tarif listrik dikarenakan mengunakan rata-rata tiga bulan terakhir sebagai acuan tagihan bulan Mei, bukannya selama masa PSBB petugas PLN yang biasa mencatat meteran juga tidak beroprasi, jadi jangan asal tembak tagihan saja donk.

“Coba dihitung rata-rata tagihan sejak Februari-April. Logikanya adalah tagihan Mei tidak akan lebih tinggi dari April. Misalnya, tagihan Februari 600 ribu, Maret 6,50ribu, April 700ribu. Maka bulan Mei adalah rata-rata Februari-April tidak akan lebih dari 1 juta. Ini yang terjadi tagihan Mei jauh di atas April,” kata Taher melalui pasan WA, Senin (8/6/2020).

Seharusnya, kata ia, pada saat masyarakat sedang sulit tidak ada penghasilan karena terdampak Covid-19. Semestinya pemerintah memperhatikan kesulitan hidup rakyat bukan malah membebankan rakyat dengan menaikan tarif listrik.

Dirinya juga tak setuju alasan PLN kenaikan listrik akibat aktivitas di rumah dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pasalnya, PSBB bukan mau masyarakat tapi keinginan pemerintah. Sekolah dengan belajar online juga kan bukan mau siswa. Konsekuensinya penggunaan listrik lebih banyak tapi tidak mungkin juga naikny sampai 50% kan.

saya berharap jangan PLN menyalahkan masyarakat dalam hal ini, saya juga mendorong masyarakat yang merasa dirugikan akibat kenaikan tarif listrik ini melakukan class action atau tuntutan penipuan terhadap PLN terkait kenaikan tagihan yang drastis. (fiq)