Tambang Liar Panji Kidul “Menantang” Warning Polres Situbondo dengan Tetap Menambang

0

Situbondo, | Sketsaonline-Di beritakan sebelumnya di Media Online dan Cetak bahwa kemaren Rabu, 10 Oktober 2018 ada oprasian gabungan dari Polres Situbondo, Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ), dan Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP ) melakukan penutupan tambang liar yang tidak berizin.

Dari pantauan Tim S One ( Suara Satu ) di lokasi Penambangan liar di dusun Taman, Desa Panji Kidul, Kabupaten Situbondo Namun rupanya peringatan dari Polres di abaikan terbukti hari ini ( 11/10/18 ) kegiatan penambangan tersebut terus di lakukan bahkan semakin menggila karena dari pengamatan di lokasi penambangan tersebut terdapat 4 bego dan yang di aktifkan 2 bego serta dan hilir mudiknya puluhan Dumtruk pengangkut material urugan tersebut.

Seperti di lansir di beberapa media cetak dan Online melalui Kabag Ops Polres Situbondo Kompol Hermanto memberikan warning kepada Penambang penambang yang tidak memiliki ijin lengkap Pertambangan untuk menghentikan kegiatannya hingga perijinannya lengkap.

bu Rukaiyah pegawai Bagian Ekonomi Pemda Situbondo kepada pembina S One mengatakan ” ada 3 lokasi yang kami datangi untuk di lihat kelengkapan perizinannya, untuk 2 lokasi di Panji Kidul nyata adalah penambangan dan tidak memiliki ijin lengkap untuk melakukan aktivitas penambangan sedang untuk Watu lungguh bukan kegiatan penambangan karena perijinan sudah sesuai dengan peruntukannya namun jika ingin menjual limbahnya harus memiliki ijin OP, jadi tidak benar saya berstatement bahwa Watu lungguh adalah penambangan ” tegasnya
Salah satu penambangan yang di lakukan sidak kemaren terletak di Panji Kidul yang di kelola oleh N atau H.

Salah seorang warga panji kidul yang mendapatkan efek langsung dari kegiatan penambangan ilegal ini mengatakan ” Saya itu heran kenapa kegiatan penambangan liar ini tetap di biarkan padahal sudah berbagai macam upaya kami selaku warga menolak bahkan sudah di laporkan ke Polres Situbondo namun kegiatan tersebut tetap berlangsung dan bahkan berpindah tempat setelah lokasi yang lama sudah hancur dengan kedalaman yang sangat berbahaya ”

Warga lainnya dengan inisial R juga menanggapi ” apa mungkin tambang itu sakti ya dan kebal hukum, hingga Polisi di buat mainan dan tidak mengikuti arahan dan peringatan, ataukah ada orang kuat yang membelanya sehingga tetap leluasa menghancurkan dan merugikan masyarakat ”

Pelaku tambang H ketika di hubungi oleh tim S One mengatakan kalau di suruh hubungi Y dan buru-buru menutup telponnya.

Ketum GP Sakera syaiful Bahri yang sekaligus pembina S one mengatakan ” Saya akan melakukan koordinasi dengan informasi masyarakat ini ke Polres Situbondo dan saya yakin Polres akan bertindak tegas terkait dengan di abaikannya peringatan dari Sidak kemaren ” .(Hfz)