Tebing Penyangga Gedung Pramuka Depok labil dan Rawan Ambruk

0

Depok – Tebing Penyangga Gedung Pramuka diwilayah GDC Sukmajaya Depok labil dan Rawan Ambruk. hal ini dilihat pada pasangan batu belah (Turab) tampak retak dan terbelah, dikhawatirkan tebing setinggi 6 meter ini sewaktu waktu bakal habis terkikis air dan ambrol sehingga akan terdampak pada kontruksi gedung.

Ahmad Buhari (Grap) Penggiat anti korupsi kota Depok menyebutkan bahwa tebing penyangga dengan metode pemasangan batu (Turab) tampak sudah retak dan terbelah bahkan nyaris ambrol dibeberapa bagian pasangan batunya.

Dirinya menilai pihak rekanan dinas pada saat pemasangan batu belah atau turab diduga ada unsur kesengajaan dengan mengurangi kualitas adukan semennya, karena pemasangan batu tampak ada yang terlepas dari bagian pemasangan.

Bahkan lanjut dia .pemasangan batu belah tidak ada finishing plesteran yang membuat tebing penyanggah sangat labil dan rawan ambruk, jelas pria yang akrab disapa grap usai mengikuti peresmian Gedung Pramuka di GDC Sukmajaya Depok (19/08).

Berharap dinas terkait yaitu Dinas perumahan dan pemukiman kota depok untuk segera membangun ulang pasangan batu tebing penyanggah gedung Pramuka tersebut, atau minimal dilakukan plesteran agar tebih tampak kokoh.

“Hal ini agar umur bangunan dan tebing bisa bertahan lama”.tandas Grab.

Dikesempatan lain kepala dinas perumahan dan pemukiman kota Depok Dudi Miraz akan menindaklanjuti terkait kerusakan Turab tersebut.

“Akan kami perbaiki Turab yang tampak terbelah secepatnya” ungkap Dudi.

Seperti diketahui pembangunan dan penataan lingkungan gedung pramuka, menjadi tanggung jawab Dinas Perumahan dan Pemukiman, dengan menggunakan APBD Kota Depok Tahun Anggaran 2019, sebesar Rp5.502.323.330.

Sementara, yang menjadi kontraktor pelaksana dalam pembangunan tersebut adalah PT Sarjis Agung Indrajaya, dengan konsultan pengawas PT Huda Tata Sarana. Dengan batas waktu pengerjaan 145 hari kalender.

Untuk diketahui juga bahwa Gedung Pramuka tersebut sudah diresmikan oleh walikota Depok kemarin (19/08)

(DOT)