Terbongkar Pangkalan LPG 3 Kg EDDY Gunawan Jual Gas Melon Di Atas HET

0

SITUBONDO, | Sketsaonline-Masyarakat Situbondo kali ini resah akibat langkanya Gas LPG 3 Kg yang diperuntukan bagi Rumah Tangga Miskin, bahkan keresahan warga tersebut disikapi oleh Tim Investigasi S-One ( Suara Satu ) dengan langkah terjun langsung kelapangan untuk mengecek ke sejumlah pangkalan dan Toko.

Alhasil Tim S-One tepatnya di Pasar Mimbaan Situbondo menemukan Pangkalan yang menjual Tabung Gas LPG 3 Kg di atas Harga Eceran Tertingi ( HET ), yaitu pangkalan Eddy P ( Gunawan w ) dengan Nomer Registrasi 56832807661004 yang disaluran oleh Agen PT. Situbondo Jaya Abadi, Selasa, ( 4/11/2018 ).

Berdasarkan Tim Investigasi S-One , ada kejanggalan ketika pangkalan tersebut mendapat kiriman dari Agen, yakni dengan sengaja menutup langsung pangkalan tanpa jelas apa sebabnya,

” akan tetapi, justru ada toko yang terhubung lansung ke pangkalan justru melayani pembelian tabung gas dengan namun harganya Rp. 18 Ribu bagi yang beli eceran dan bagi yang grosir harganya Rp. 16. 500. Padahal sudah jelas Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomer 6 tahun 2015 menetapkan tentang Harga Eceran Tertinggi ( HET ) LPG tabung gas 3 Kg adalah enam belas ribu, ” Katanya.

Abdurahman, salah satu warga kelurahan mimbaan Situbondo saat hendak membeli gas LPG tabung 3 Kg di pangkalan tersebut melalui toko disamping pangkalan membenarkan Toko tersebut menjualnya dengan harga Rp. 18 Ribu, ” Mungkin karena saya bukan pelanggan mas sehingga harganya lebih mahal dari yang berlangganan. ” Ungkapnya.

Selaras dengan yang diungkapkan oleh salah satu pelanggan toko tersebut, Warga mimbaan, ” Memang iya, saya sudah berlangganan di sini dan sudah terdaftar, bagi yang tidak berlanggan tidak dikasih, lagian saya kan punya toko mas dan ngecer ke warga -warga yang jelas ngambilnya pertabung Rp. 16 Ribu kalau di sini. ” Tuturnya.

Sementara,pemilik toko Kurnia Victory yang masih ada hubungan saudara dengan Pemilik Agen mengatakan ” iya bener untuk warga yang beli tabung gas yang tidak berlangganan delapan belas ribu tapi ngambilnya tetap di toko karna sudah berlangganan. ” Tukasnya.

Bang Ipoel Ketum GP Sakera mengatakan ” saya sangat menyayangkan jika informasi tersebut benar karena sudah nyata melanggar Pergub tentang HET dimana Pangkalan tidak boleh menjual melebihi harga 16 ribu dan juga kebijakan pertamina tentang penyebaran pangkalan dan alokasinya karena dengan terkonsentrasinya drop Agen ke Pangkalan akan sangat merugikan masyarakat lain dan akhirnya akan terjadi kelangkaan, saya berharap baik Pertamina maupun Pemda memberikan sanksi tegas dan saya akan mencoba mencari dasar hukum pidananya karena bisa jadi tindakan Agen dan pangkalan ini melanggar UU Darurat Ekonomi “.

Sementara itu Kabag Ekonomi Sentot sebagai pengawasan dari alokasi dan pendistribusian LPG 3 kg beberapa kali di hubungi via telepon tidak menjawab. ( Hfz )