Terima OAP Menjadi Polisi Memakai Sistem Noken

0

SORONG-Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis melalui program kerjanya menerapkan, orang asli papua (OAP) untuk masuk menjadi anggota Polri memakai sistim noken alis ada pengecualian dari umum.

Informasi tersebut disampaikan Kabag Sumda Polres Sorong AKP Rusli ketika dikonfirmasi Sketsa Senin,(13/01/2020).

Dijelaskan AKP Rusli, program noken ini merupakan program kerja Kaolri untuk memprioritaskan orang asli papua yang berminat menjadi anggota Polri.

” Jadi sistim noken ini, agak berbeda dengan syarat penerimaan Polri secara umum.Khusus penerimaan orang asli papua ,syarat tinggi badan 160 cm dan 158 cm,dan berusia 18 tahun,” terang Kabag Sumda AKP Rusli.

Sementara itu tokoh masyarakat Papua Yeremias Gemenop ketika dimintai keteranganya,ia mengatakan,mengapresiasi program Kapolri dengan sistim noken penerimaan orang asli papua untuk di persiapkan menjadi anggota Polri.

” Saya selaku tokoh masyarakat Papua sangat setuju dengan persyaratan itu. Yang saya usulkan sebelum ada penerimaan terlebih dibina fisik mental supaya betul betul siap,” tegasnya.

Dijelaskan Yeremias Gemenop, dirinya selaku tokoh masyarakat meminta sistim noken untuk rekrukmen anggota Polri tidak hanya di terapkan di tubuh Polri melainkan juga di tubuh TNI dan di tubuh penerimaan pegawai negeri sipil (PNS) atau ASN.

” Ada spesial begitu khusus orang asli papua,” tegasnya.

Lain halnya dengan tokoh pemuda Edi Mangun. Edi Mangun dalam menanggapi program Kapolri,ia berpendapat,program Kapolri itu sangat diresponinya, hanya disatu sisi dirinya berpendapat,itu sudah menilai bahwa orang papua tidak mampu bersaing dengan putra di luar papua.

“Bagi saya bukan solusi.Pemerintah Papua harus memikirkan tentang kwalitas orang asli papua dengan saudara saudara kita di luar papua.Untuk bisa maju harus sejajar dengan saudara di luar papua,tidak ada pengecualian harus setara,” tegas Edi Mangun (jos)