Terkait Pungli Prona, Puluhan Desa di Situbondo Dilaporkan Ke Kejati

0

SITUBONDO – Tim GP Sakera dan S-One, Selasa (8/5/2018) siang mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur untuk melaporkan puluhan Desa di Kabupaten Situbondo yang diduga telah melakukan pungli di Desanya terkait program Prona.

Informasi yang dihimpun, sedikitnya ada 32 Desa yang dilaporkan dari 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Situbondo.

Menurut Syaiful Bahri, Ketua Umum Gp Sakera Situbondo, pelaporan yang dilakukan Gp Sakera dan S-One ke Kejati Jawa Timur ini, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang merasa dirugikan akibat pungli program prona.

“Hal tersebut menjadi perhatian kami. Apalagi kami sudah janji kepada masyarakat untuk membantu melaporkan pungli yang dilakukan dalam pengurusan sertifikat program prona,” kata Syaiful.

Selama ini saya masih bersabar menghadapi desa-desa berpotensi melakukan pungli prona .

“Dari hasil investisigasi saya ke beberapa desa mereka masih menggunakan alibinya yang seakan membenarkan adanya pungutan liar tersebut”.ujar Ipoel

Namun lanjut Ipoel,ada beberapa desa berkoordinasi secara baik dengan Gp Sakera tidak kami laporkan

Mereka mengikuti saran serta masukan kami, agar uang yang dikumpulkan dikembalikan lagi kepada peserta prona maupun adanya kesepakatan untuk dijadikan pembangunan sebagai peran serta masyarakat”.ujar Ipoel

Bang Ipoel mengingatkan, jika nanti ditemukan lagi penyalahgunaan wewenang Kepala Desa. Baik itu DD maupun ADD, kami tidak segan-segan melaporkan Kades serta perangkatnya kepada penegak hukum”, ucap Bang Ipoel yang sekaligus sebagai Pembina satu S-One.

Sementara itu, Pembina tiga S-One Opek Dayat menjelaskan bahwa, “Wartawan salah satu ujung kontrol, pengawasan akan selalu memberikan dukungan dan informasi kepada Gp Sakera”, pungkasnya.

(Hfz)