Teror Bom di Surabaya dan Sidoarjo Berdampak Omset Ritel Turun

0

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Timur, April Wahyu Widati .
Jatim – Serangan teroris 3 gereja pada Minggu (13/5) serta serangan bom yang terjadi di Polrestabes dan Sidoarjo pada Senin (14/5), berdampak pada pengusaha ritel modern di Surabaya dan sekitar, omsetnya mengalami penurunan sampai Rp 33,9 miliar.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Timur, April Wahyu Widati mengatakan, omset ritel modern mulai dari minimarket hingga supermarket turun drastis dalam 2 hari kemarin.

“Biasanya, kondisi seperti ini adalah momentum ritel modern untuk mengejar target satu tahun, karena menjelang Ramadan, omset penjualan sudah naik karena konsumen mulai melakukan pembelian yang cukup besar untuk kebutuhan Ramadan pekan pertama,” ujar Ketua Aprindo Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Timur, April Wahyu Widati, Kamis (17/5).

Koordinator Wilayah Timur Aprindo, Abraham Ibnu menuturkan, penurunan penjualan ritel modern yang berada mal di kawasan Surabaya dan Sidoarjo turun hingga sampai 70 persen dalam dua hari yakni Minggu dan Senin. Sedangkan ritel modern yang berdiri sendiri mengalami penurunan hingga 50 persen. Hingga sampai saat inipun animo pembeli juga belum membaik. Hal ini dikarenakan ketakutan konsumen/masyarakat enggan untuk keluar rumah menjadi penyebabnya turunya omset pejualan ritel.

Ibnu pun memberikan apresiasi atas upaya Walikota Surabaya, Tri Rismaharini dalam membantu melakukan recovery langsung kepada keluarga korban dan fasilitas rumah ibadah. Diharapkan dalam waktu dekat Walikota pun bisa meyakinkan warga Surabaya untuk tidak takut berbelanja. Aprindo juga akan berkirim surat ke Walikota agar sektor ekonomi segera kembali pulih seperti sedia kala.

(Yoyok)