Tiga Oknum Brimob Dituntut Jaksa Terbukti Bersalah Lakukan Pengeroyokan Anggota TNI Hingga Tewas

0

Depok – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Artha Bungo Ramadhan dan Kozar Kertyasa secara bergantian membacakan surat tuntutan dalam perkara pidana tiga oknum Brimob. JPU menyatakan, ketiga terdakwa terbukti bersalah melakukan pengeroyokan yang mengakibatkan korban dua Anggota TNI mengalami luka berat dan hingga tewas.

“Menyatakan terdakwa Bagoes Alamsyah Putra Umasugi terbukti bersalah melakukan pengeroyokan terhadap orang. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 170 Ayat (2) ke-3 KUHP dan Pasal 170 Ayat (2) ke-2 KUHP. Menuntut terdakwa oleh karena itu berupa pidana penjara selama 14 Tahun,” kata Kozar saat pembacaan surat tuntutan di Ruang Sidang Cakra PN Depok, Rabu (2/1/2019).

Hal serupa juga dinyatakan JPU A. B. Ramadhan saat pembacaan surat tuntutan atas nama Iwan Mofu. Terdakwa oleh JPU dinyatakan telah terbukti bersalah melanggar ketentuan hukum sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 170 Ayat (2) ke-3 KUHP dan Pasal 170 Ayat (2) ke-2 KUHP.

“Menuntut terdakwa Iwan Mofu berupa pidana penjara selama 12 Tahun,” tegas JPU.

Sementara terdakwa Rahmat Setyawan dinyatakan JPU Kozar terbukti bersalah melanggar ketentuan hukum dalam Pasal 170 Ayat (2) KUHP dan menuntut terdakwa selama delapan tahun penjara.

Ketiga terdakwa telah terbukti bersalah melakukan pengeroyokan dan penusukan terhadap dua Anggota TNI AD Kodam Jaya, yakni Anggota Yonkav 7/Sersus Kodam Jaya Serda Nikolas Kegomoi mengalami luka berat dan Anggota Yonif Mekanik 203/AK Kodam Jaya Serda Darma Aji meninggal dunia.

Sebelumnya, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya Kolonel Inf Kristomei Sianturi mengatakan, dua pria yang menjadi korban penusukan dalam insiden perkelahian di tempat Biliard Al Diablo di Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Kota Depok, Kamis (7/6/2018), adalah anggotanya.

“Anggota kami yang mengalami luka tusuk, yakni Serda Nikolas di bagian perut sebelah kanan dan Serda Darma Aji mengalami luka tusuk di bagian perut sebelah kiri,” kata Sianturi saat dihubungi wartawan, Jumat (8/6/2018).

Kapendam Jaya menerangkan, salah seorang korban penusukan di Biliard Al Diablo, yakni Serda Darma Aji pada pukul 13.15 wib telah meninggal dunia dan jenazah almarhum dibawa ke kampung halamannya di Bantaeng, Sulawesi Selatan.

“Almarhum sebelum meninggal sempat dilarikan ke RS Tugu Ibu, Cimanggis, Kota Depok, sebelum dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto. Begitu pula dengan korban lainnya, Serda Nikolas Kegomoi. Atas insiden ini, kami juga berkoordinasi dengan Kepolisian untuk mengungkap pelaku penusukan,” ungkapnya. (jim)