TNI-AD Turut Partisipasi Meriahkan 29th Indonesia Education Training Expo & Scholarship

0


Jakarta – TNI Angkatan Darat kembali berpartisipasi memeriahkan 29th TNI Angkatan Darat kembali berpartisipasi memeriahkan 29th Indonesia Education Training Expo & Scholarship 2020 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta yang berlangsung 6-9 Februari 2020.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Penerangan Angkatan Darat (Sesdispenad) Kolonel Caj Agung Zamani saat menghadiri 29th Indonesia International Education Training Expo & Scholarship 2020 tersebut.

Agung mengatakan, keikutsertaan Angkatan Darat dalam pameran pendidikan ini untuk memberikan informasi secara memadai kepada masyarakat tentang tugas pokok Angkatan Darat sekaligus sebagai wahana informasi rekrutmen prajurit Angkatan Darat.

Dia menjelaskan, stan Angkatan Darat menampilkan bagian program dukungan operasional pertahanan dan keamanan khususnya di bidang pameran Education and Training Expo. Satuan yang dipresentasikan Dispenad untuk menjawab fungsi tersebut àdalah Kopassus, Kostrad, Akademi Militer (Akmil), Psikologi, Kesehatan dan Jasmani serta Ajudan Jenderal Angkatan Darat.

“Kehadiran Stan Angkatan Darat dalam pameran pendidikan ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang tugas pokok Angkatan Darat serta memberikan informasi bagaimana cara mendaftar menjadi prajurit TNI AD,“ tuturnya.

Dia menambahkan, penerimaan prajurit yang tersedia melalui jalur Akademi Militer (Akmil), Perwira Prajurit Karier (Pa PK), Bintara, dan Tamtama.

“Di stan, kita siapkan para Taruna maupun prajurit untuk melayani berbagai informasi yang dibutuhkan. Silakan ditanyakan dan ajak sanak saudara untuk mengunjungi Stan Angkatan Darat, “ tuturnya.

TNI Angkatan Darat (AD) tahun ini menargetkan penerimaan Prajurit sebanyak 17.624 orang di 2020 ini.

Hal itu juga disampaikan oleh Wakil Asisten Personalia (Waaspers) Kasad, Brigjen TNI Agus Setiawan S.E, saat meninjau stand penerimaan Prajurit TNI AD di acara pameran pendidikan berskala internasional yang bertajuk ’29th Indonesia International Education Training and Scolarship Expo 2020′ di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (8/2/2020).

Agus mengungkapkan bahwa target itu mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Menurutnya, di 2019 lalu, TNI AD hanya menargetkan penerimaan sebanyak kurang lebih 15 ribu.

Agus menjelaskan bahwa peningkatan itu dikarenakan adanya perkembangan validasi organsiasi sekaligus tuntutan tugas ke depan yang semakin kompleks.

“Dalam rekrutmen sebanyak 17.624 dibagi tiga. Yang pertama untuk Tamtama sekitar 13.500, untuk Bintara kurang lebih sekitar 3.500 selebihnya untuk Perwira,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Agus, untuk penerimaan Perwira juga dibagi tiga lagi. Yang pertama Taruna Akademi Militer sebanyak 400, kemudian Perwira dari Prajurit Karir itu ada dua, yaitu PA PK Reguler sebanyak 130 orang, kemudian Perwira dari sumber tenaga kesehatan itu sebanyak 110 orang.

“Kemudian sisanya dari sumber reguler, dari Bintara yang akan beralih ke kantor golongan Perwira,” ujarnya.

Di samping itu, Agus menyampaikan bahwa kontribusi TNI AD dalam pameran tersebut bertujuan memberikan informasi yang akurat dan valid kepada masyarakat tentang rekrutmen menjadi Prajurit TNI, khususnya TNI AD, baik itu di level Tamtama, Bintara maupun sebagai Perwira.

“Disinilah kita memberikan gambaran tentang seleksi menjadi Prajurit itu melalui beberapa tahapan dan melalui beberapa seleksi materi. Kalau pentahapannya ada dua seleksi, di tingkat daerah dan seleksi di tingkat pusat,” katanya.

Sementara terkait materinya sendiri, Agus menyebutkan, mulai dari administrasi yang di dalamnya termasuk pengukuran tinggi badan, berat badan dan lulusan pendidikan terakhir setingkat SMA.

“Kemudian untuk materi yang kedua adalah kesehatan. Kesehatan juga ada dua, dalam konteks pemeriksaan kesehatan secara umum dan pemeriksaan kesehatan jiwa. Selanjutnya juga ada pemeriksaan jasmani,” ungkapnya.

Selanjutnya untuk tingkat Perwira, akan dimulai dari pemeriksaan akademik dengan metode terbaru yaitu CAT. Jadi, menurut Agus, pihaknya akan terus berupaya untuk mengurangi subjektivitas dalam proses rekrutmen calon Prajurit, sehingga hasil yang dicapai oleh calon untuk mendaftar itu menjadi valid dan menjadi akurat karena sudah melalui proses komputerisasi yang mudah , transparan dan obyektif. yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta yang berlangsung 6-9 Februari 2020.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Penerangan Angkatan Darat (Sesdispenad) Kolonel Caj Agung Zamani saat menghadiri 29th Indonesia International Education Training Expo & Scholarship 2020 tersebut.

Agung mengatakan, keikutsertaan Angkatan Darat dalam pameran pendidikan ini untuk memberikan informasi secara memadai kepada masyarakat tentang tugas pokok Angkatan Darat sekaligus sebagai wahana informasi rekrutmen prajurit Angkatan Darat.

Dia menjelaskan, stan Angkatan Darat menampilkan bagian program dukungan operasional pertahanan dan keamanan khususnya di bidang pameran Education and Training Expo. Satuan yang dipresentasikan Dispenad untuk menjawab fungsi tersebut àdalah Kopassus, Kostrad, Akademi Militer (Akmil), Psikologi, Kesehatan dan Jasmani serta Ajudan Jenderal Angkatan Darat.

“Kehadiran Stan Angkatan Darat dalam pameran pendidikan ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang tugas pokok Angkatan Darat serta memberikan informasi bagaimana cara mendaftar menjadi prajurit TNI AD,“ tuturnya.

Dia menambahkan, penerimaan prajurit yang tersedia melalui jalur Akademi Militer (Akmil), Perwira Prajurit Karier (Pa PK), Bintara, dan Tamtama.

“Di stan, kita siapkan para Taruna maupun prajurit untuk melayani berbagai informasi yang dibutuhkan. Silakan ditanyakan dan ajak sanak saudara untuk mengunjungi Stan Angkatan Darat, “ tuturnya.

TNI Angkatan Darat (AD) tahun ini menargetkan penerimaan Prajurit sebanyak 17.624 orang di 2020 ini.

Hal itu juga disampaikan oleh Wakil Asisten Personalia (Waaspers) Kasad, Brigjen TNI Agus Setiawan S.E, saat meninjau stand penerimaan Prajurit TNI AD di acara pameran pendidikan berskala internasional yang bertajuk ’29th Indonesia International Education Training and Scolarship Expo 2020′ di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (8/2/2020).

Agus mengungkapkan bahwa target itu mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Menurutnya, di 2019 lalu, TNI AD hanya menargetkan penerimaan sebanyak kurang lebih 15 ribu.

Agus menjelaskan bahwa peningkatan itu dikarenakan adanya perkembangan validasi organsiasi sekaligus tuntutan tugas ke depan yang semakin kompleks.

“Dalam rekrutmen sebanyak 17.624 dibagi tiga. Yang pertama untuk Tamtama sekitar 13.500, untuk Bintara kurang lebih sekitar 3.500 selebihnya untuk Perwira,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Agus, untuk penerimaan Perwira juga dibagi tiga lagi. Yang pertama Taruna Akademi Militer sebanyak 400, kemudian Perwira dari Prajurit Karir itu ada dua, yaitu PA PK Reguler sebanyak 130 orang, kemudian Perwira dari sumber tenaga kesehatan itu sebanyak 110 orang.

“Kemudian sisanya dari sumber reguler, dari Bintara yang akan beralih ke kantor golongan Perwira,” ujarnya.

Di samping itu, Agus menyampaikan bahwa kontribusi TNI AD dalam pameran tersebut bertujuan memberikan informasi yang akurat dan valid kepada masyarakat tentang rekrutmen menjadi Prajurit TNI, khususnya TNI AD, baik itu di level Tamtama, Bintara maupun sebagai Perwira.

“Disinilah kita memberikan gambaran tentang seleksi menjadi Prajurit itu melalui beberapa tahapan dan melalui beberapa seleksi materi. Kalau pentahapannya ada dua seleksi, di tingkat daerah dan seleksi di tingkat pusat,” katanya.

Sementara terkait materinya sendiri, Agus menyebutkan, mulai dari administrasi yang di dalamnya termasuk pengukuran tinggi badan, berat badan dan lulusan pendidikan terakhir setingkat SMA.

“Kemudian untuk materi yang kedua adalah kesehatan. Kesehatan juga ada dua, dalam konteks pemeriksaan kesehatan secara umum dan pemeriksaan kesehatan jiwa. Selanjutnya juga ada pemeriksaan jasmani,” ungkapnya.

Selanjutnya untuk tingkat Perwira, akan dimulai dari pemeriksaan akademik dengan metode terbaru yaitu CAT. Jadi, menurut Agus, pihaknya akan terus berupaya untuk mengurangi subjektivitas dalam proses rekrutmen calon Prajurit, sehingga hasil yang dicapai oleh calon untuk mendaftar itu menjadi valid dan menjadi akurat karena sudah melalui proses komputerisasi yang mudah , transparan dan obyektif. (Joe)