Usaha Kecil dan Menengah di Vietnam

0

OLEH : Rahmaning Johariati Mahasiswa STEI SEBI

Dalam pembangunan sosial ekonomi, Usaha Kecil Menengah (UKM) memiliki peran penting di Vietnam. Usaha Kecil dan Menengah telah beroperasi disebagian besar wilayah di Vietnam dan membantu perusahaan memanfaatkan, mengeksploitasi sumber daya lokal. Kementerian Perencanaan dan Investasi telah melaporkan bahwa terdapat sekitar 620.000 Usaha Kecil dan Menengah pada tanggal 31/12/2019.

Pada abad ke-21, Vietnam dalam periode yang terintegrasi ke dalam ekonomi global. Hampir semua perusahaan Vietnam adalah usaha kecil dan menengah (UKM). Vietnam telah menjadi eksportir pertanian terkemuka dan menjadi negara tujuan yang menarik bagi investasi asing di Asia Tenggara. Saat ini ekonomi Vietnam bergantung sebagian besar pada investasi langsung asing untuk menarik modal dari luar negeri untuk mendukung ekonominya.

Faktanya saat ini Usaha Kecil dan Menengah di Vietnam banyak mengalami kesulitan seperti mereka tidak dapat menjamin kepercayaan investor. Kemudian pendapatan dan laba Usaha Kecil dan Menengah cenderung menurun, seiring dengan meningkatnya kebangkrutan perusahaan dan kinerja Usaha Kecil Menengah jauh lebih rendah dibandingkan dengan angka keseluruhan sektor.

Untuk mengatasi situasi ini, Usaha Kecil dan Menengah harus menerapkan pengendalian manajemen baik dalam aktivitas keuangan maupun non keuangan. Salah satu pengendalian manajemen yang paling berguna adalah audit, yaitu akumulasi dan evaluasi bukti tentang informasi untuk menentukan dan melaporkan derajat korespondensi.

Usaha Kecil dan Menengah dapat meningkatkan operasinya dengan menggunakan jasa auditor profesional karena auditor profesional dapat membantu Usaha Kecil Menengah beroperasi dalam lingkungan yang kompetitif untuk menyelaraskan pertimbangan operasional dalam rencana jangka panjang. Dan untuk meningkatkan kelangsungan hidup mereka, terutama untuk UKM di negara berkembang.