Walikota: Pembenahan Lokasi Potensi Longsor Harus Terintegrasi

0

Depok – Tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur dalam hari-hari belakangan ini, mengakibatkan beberapa kejadian banjir dan tanah longsor terjadi dibeberapa wilayah kota Depok.

Sedikitnya ada beberapa kejadian bencana alam tersebut terkait curah hujan yang cukup tinggi dari bulan Oktober hingga pertengahan November 2018,yang dampaknya terasa hingga hari ini.

Menyikapi banyaknya daerah rawan longsor, Walikota Depok Muhammad Idris mengatakan,Terkaitanan lokasi rawan longsor sudah diserahkan kepada dinas terkait sebelumnya untuk mengantisipasi kejadian-kejadian longsor yang memang sebelumnya sudah diprediksi.

“Dilihat dari lahiriah kasat mata bahwa lokasi – lokasinya memang potensial longsor. Untuk itu sudah diantisipasi dengan bahan-bahan untuk melakukan penanggulangan”, katanya usai launching Pendaftaran online di RSUD Sawangan Depok, (11/10).

Menurut Pak Wali pembenahan di lokasi lokasi potensial longsor itu agak repot, karena rata-rata terkait dan berhubungan dengan ketertiban khususnya yang dipinggir kali.

Rata rata terdapat bangunan yang melanggar GSS, ini harus dilakukan terintegrasi dengan kegiatan-kegiatan perizinan bangunan dan juga terkait dengan kerja – kerja penegakan perda.

Sebagian besar menggunakan biaya tak terduga ( BTT) dan sebagian menggunakan APBD karena memang sudah direncanakan di ABT ini dengan jumlah yang belum dapat dipastikan, Karena cost angarannya ada didinas PUPR.

Namun untuk BTT belum ada slot nominalnya sehingga anggarannya bisa direalisasikan pada bulan Januari, sebab BTT sudah dikatakan selesai atau habis. dan baru bisa ditambahkan di APBD murni di tahun 2019 yang akan diserahkan diakhir bulan ini dan akan direalisasikan di Desember – Januari.papar Idris.(DOT)