Walikota Sorong : Aktivitas Galian C Diberhentikan,Bukan Mengatasi Banjir

0

SORONG – Kota Sorong apabila di guyur hujan yang lebat di pastikan akan banjir ditambah jika air laut pasang, hal ini mengakibatkan banjir jika terjadi pertemuan antara air hujan dengan air laut

Peristiwa tersebut bukan hanya dikeluhkan anggota masyarakat yang tinggal di dataran rendah,melainkan juga dikeluhkan pemerintah daerah selaku moderator pembangunan.

Ironisnya lagi setiap banjir warga masyarakat selalu menyalahkan pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD).

Tuduhan warga masyarakat tersebut di tanggapi serius oleh Walikota Sorong dengan mengundang perwakilan masyarakat dan para pengusaha galian C yang legal maupun ilegal.

Tatap muka yang berlangsung Senin,(24/08/2020) yang di langsungkan di Aula Kantor Walikota membicarakan beberapa hal penting.

Dalam tatap muka tersebut Walikota Sorong Lambert Jitmau menyampaikan bahwa pemerintah daerah masih memberikan tolerasi terhadap pengusaha galian C yang legal maupun ilegal selama tiga bulan dengan alasan Kota Sorong dan sekitarnya membutuhkan material pembangunan seperti kebutuhan pasir.

Fokus utama kata Walikota pihaknya bersama OPD akan membangun draenase di kawasan kawasan rawan banjir di Kota Sorong.

” Galian C tetap beraktivitas seperti biasa untuk memenuhi kebutuhan material pembangunan sambil menunggu pemerintah daerah melakukan kajian serta membuat regulasi untuk mengatur untuk mengatur aktivitas galian C,” terang Walikota.

Didepan peserta arahan walikota menyampaikan,regulasi tentang galian C sudah diberlakukan pada Januari 2021 tahun depan.

” Jadi kalau galian C ditutup,hanya mengurangi resiko banjir,tetapi tidak sepenuhnya mengatasi banjir.Pembangunan draenase yang di perbanyak di kawasan kawasan rawan banjir,” kata Walikota Lambert Jitmau.

Salah satu pengusaha galian C Sembiring dalam bincang bincanya dengan media ini mengatakan,pemanggilan sejumlah pengusaha galian C termasuk tempat cucian pasir tindakan yang positif dan harus di taati masyarakat khususnya para pengusaha galian C.

” Kita tunggu regulasi yang akan di keluarkan pemerintah daerah,kira kira apa hak dan kewajiban kita yang harus kita taati,” terang Sembiring.
(joharman silaen)