Walikota Sorong Gelar Rapat Covid-19

0

SORONG -Mengingat Kota Sorong semakin banyak terkena Covid-19 dua minggu terakhir ini, maka Walikota menggelar rapat Covid-19 dengan mengundang Forkopimda serta unsur pimpinan TNI/ Polri.

Rapat yang di gelar Rabu,(09/11/ 2020) bertempat di Aula Samusiret Kantor Walikota Sorong,di awali laporan terlebih dahulu Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Sorong Ruddy Laku,S.PI,MM,tentang perkembangan data Covid-19 di Kota Sorong dua minggu terakhir.

Dari laporan perkembangan Covid-19 oleh Ruddy Laku disampaikan,bahwa perkembangan kasus Covid-19 satu minggu lalu dengan kasus positifnya di bawa 5 persen,tetapi saat ini perminggunya mencapai lebih dari 24 persen kasus positifnya maka dengan demikian,Kota Sorong menjadi zona merah dengan resiko tinggi penularan Covid-19.

Pada akhir laporannya,Ruddy Laku menyampaikan meningkatnya kasus Covid-19 menjadi kajian untuk mengambil langkah-langkah kebijakan termasuk sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.

Walikota Sorong Lambertus Jitmau mendengar perkembangan Covid-19 merasa prihatin dan perlu di tegakkan protokol kesehatan dengan mengenakan sanksi bagi siapa saja yang melanggar.

Salah satu yang harus di perketat yaitu tentang penerbangan.

Dikatakan Walikota,penerbangan bagi pesawat yang membawa penumpang ke Sorong tidak di perbolehkan,harus melewati Jakarta baru ke Sorong.

Melalui rapat tersebut Walikota menganjurkan agar Kepala Bandara harus di perhatikan termasuk masuk keluarnya penumpang melalui laut.

” Bagi yang melanggar harus di beri sanksi,” kata Walikota.

Hal serupa juga disampaikan Danrem 181/PVT Brigjen TNI Yulius Selvanus.

Dikatakan Danrem Yulius Selvanus Jenderal bintang satu itu,perlu diperketat pendisplinan protokol kesehatan sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo.

Selain perketat pendisplinan protokol kesehatan terhadap masyarakat,perlu sosialisasi oleh tokoh masyarakat,tokoh agama dan para RT dan RW,pentingnya mengikuti protokol kesehatan demi kesehatan bersama.(joharman silaen)