Warga Menolak Penutupan Akses Jalan Umum Kawasan Baloi Garden Ditengah New Normal

0

Kepri, Batam – sketsaonline.com | Penerapan Kebiasaan Kehidupan Baru (New Normal) di tengah pandemi Covid – 19 menuai kontroversi di berbagai tempat dan kalangan, salah satunya penutupan akses jalan yang menghubungkan antara Perumahan Happy Garden dengan Baloi Garden dan Komplek Perumahan Marina Bisnis Center (MBC), Kelurahan Batu Selicin, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.

Antonius Pratama salah satu warga Perumahan Happy Garden yang juga sebagai mantan Ketua RW.09 Kelurahan Batu Selicin sangat menolak penutupan akses jalan yang menghubungkan antara Perumahan Happy Garden dengan Baloi Garden dan Komplek MBC itu.

“Saya sebagai warga Happy Garden, saya merasa keberatan dengan adanya penutupan portal yang menghubungkan perumahan kami, karena ini adalah akses utama. Salah satunya ini, mati usahanya karena sudah tidak ada lagi orang yang lewat sini,” ujar Antonius.

Pengguna jalan pengendara sepeda motor yang tidak mau menyebutkan namanya sehari – hari melintas di jalan tersebut juga merasa keberatan dengan adanya penutupan itu.

“Saya biasa lewat sini gak pernah ditutup, jadi sekarang saya harus mutar jauh, saya sebagai pengguna jalan sih gak setuju kalau jalan ini ditutup, karena memang haluannya kan dari sini,” ucap seorang ibu pengendara sepeda motor yang enggan menyebutkan namanya kepada awak media ini.

Ditempat yang sama, pedagang bakso keliling yang sehari – hari membawa dagangannya mengelilingi beberapa komplek Perumahan untuk mencari nafkah merasa terganggu dengan adanya penutupan akses jalan tersebut, pasalnya dengan adanya penutupan itu ia mengaku dirugikan dalam menjalankan aktifitasnya untuk menghidupi keluarganya.

“Semua orang yang lewat pasti merasakan dampaknya, dari beberapa Perumahan yang saya lewati cuma ini aja yang ditutup, yang lain gak ada yang ditutup, kalau gak percaya lihat kesana, ucap Pedagang Bakso keliling itu kepada awak media.

Hal senada disampaikan oleh seorang ibu yang sedang melintas dengan menggunakan sepeda motor, “Saya mau keliling – keliling jadi capek saya, buka aja lah, kalau ditutup ya sepi, anak – anak yang tinggal di daerah sini kan kebanyakan pekerja, jadi mau naik grab pun susah,” pungkas ibu paruh baya itu.

Demikian disampaikan oleh Yansen salah satu warga Perumahan Marina Bisnis Center (MBC) yang sehari – hari beraktifitas sebagai pegawai kantor sangat menolak adanya penutupan portal tersebut.

“Karena kan sebenarnya saya dulu beli rumah di MBC ini karena jalan akses untuk keluar masuk gampang, dari kiri bisa dari kanan bisa, terus ini tiba – tiba itu portal ditutup waktu PSBB Covid, setelah itu udah berlaku New Normal tapi ini mau tetap ditutup oleh sebagian warga, tentu ini saya merasa dirugikan, karena saya mau keluar masuk harus mutar satu keliling, jadi sih saya mintanya itu kembali ke semula aja, jangan dibikin masalah baru lagi, Covid udah cukup bikin warga pusing,” tutur Yansen yang sehari-hari beraktifitas sebagai pegawai kantor itu.

“Setelah tutup, saya mau pesan gojek susah, mau terima paket susah, terus ibu saya juga mau ke pasar juga susah, kalau ditutup kan pas ibu saya pulang dari pasar masak harus jalan kaki,” pungkasnya saat ditemui awak media di depan rumahnya, Kamis sore (13/8/20).

Sementara itu, ditempat terpisah Ketua RT.01/RW.06 Kelurahan Batu Selicin, Kecamatan Lubuk Baja Bapak Sadiman, M.Sc. menjelaskan bahwa langkah yang diambil dengan menutup portal dimaksud sudah berdasarkan hasil musyawarah bersama warga RT.01/RW.06 dan menurut beliau untuk masalah tersebut diserahkan kepada pihak Kelurahan.

“Sekarang bukan wewenang saya lagi untuk buka tutup, tetapi ada kesempatan untuk voting kedua, tetap waktunya tidak secepat ini. Mungkin lebih baiknya kalian tanyakan ke Kelurahan, soalnya itu bukan wewenang saya lagi apakah yang menentukan satu jalan atau satu komplek,” ujar Ketua RT. (J. Sinurat)