Waspada Penyakit Zoonosis , DKP3 Depok Akan Periksa Kesehatan Hewan Qurban

0
Drh. Dede Zuraida, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (DKP3) Kota Depok

Depok – Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kota Depok Drh. Dede Zuraida menyatakan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan ternak, khususnya yang akan digunakan untuk qurban.

“Ini untuk mengantisipasi adanya penyakit zoonosis yang bisa menular pada manusia,” kata Dede Zuraida di Balai Kota Depok, Jumat (02/08/2019).

Menurut dia, Zoonosis merupakan penyakit infeksi yang ditularkan diantara hewan dan manusia atau sebaliknya.

“Pada H-1 Idul Adha nanti, kami bersama petugas medis maupun Dokter hewan, dibantu 65 mahasiswa Kedokteran hewan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) akan turun mengecek ke lapak-lapak dan titik-titik pada tempat pemotongan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, pada hari H pihaknya juga akan mengecek kesehatan hewan tersebut, dengan melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem.

Adapun penyakit zoonosis yang perlu diwaspadai pada saat hari pemotongan, diantaranya anthraks.

Ciri-ciri hewan yang terserang penyakit anthraks, jelasnya, adalah keluar darah berwarna hitam dari setiap lubang kumlah (mulut, hidung, telinga dan dubur).

“Bila ditemukan hewan dengan ciri-ciri tersebut segera lapor ke DKP3. Dan hewannya pun dilarang untuk di potong ataupun disembelih. Hewan langsung di kubur yang dalam dengan ditaburi kapur agar tidak dimakan oleh orang atau binatang,” paparnya.

Masih kata Dede, organ dalam seperti hati, usus, paru, dan limpa, perlu di periksa. limpa bengkak, ada perkejuan di paru-paru adalah salah satu indikasi penyakit TBC .dan infestasi cacing di hari (penyakit cacingan ) juga sering di temukan kejadiannya.

“Untuk penyakit anthraks semua organ dan daging dilarang untuk d makan. Ini harus di musnahkan. Untuk infestasi cacing bisa di musnahkan sebagian yang menjadi sarang cacing,” katanya

Hewan yang terkena penyakit anthraks, jelas Dede, jika dikonsumsi manusia bisa menyebabkan kematian atau terkena penyakit cenang hideung (bisul yang berwana hitam).

“Apabila hewan yang terjangkit penyakit anthraks terlanjur di potong maka darah yg mencemari tanah akan menjadi tempat (media) bakteri antrhraks untuk berkembang biak, hidup selama puluhan tahun,” pungkasnya (Idris)