Yang Penting Bahagia

0

Foto : Istimewa
Sebuah virus yang tengah hadir ditengah-tengah kita saat ini pastinya menjadi ujian untuk kita semua. Kabar kematian setiap hari terus bermunculan. Angka postif terinfeksi pun terus bertambah. Hal ini pun membuat banyak orang putus asa dalam menghadapi ujian ini.

Segala upaya dilakukan untuk mempertahankan hidup, agar tetap bisa mendapatkan penghasilan, agar tetap bisa menghidupi keluarga, dan untuk bisa mendapatkan sesuap nasi.

Terkadang kita lupa akan nikmat Allah yang sungguh banyak. Nikmat bisa menghirup udara segar misalnya. Banyak orang yang hanya bermalas-malasan dikamar. Berdiam diri menghabiskan waktunya sendiri hanya untuk melakukan hal-hal yang kurang membawa manfaat. Begitu nikmat tersebut dicabut, kita seolah baru sadar. Bahwasannya selama ini nikmat Allah begitu banyak untuk kami hambanya.

Dalam kondisi seperti ini, kebahagiaan merupakan salah satu kunci agar tetap bisa bertahan. Bahagia terdapat didalam hati. Bahagia tidak dilihat dai banyaknya harta yang kita miliki, tapi bahagia berasal dari dalam diri kita sendiri. Orang yang bahagia artinya Allah telah berikan ketenangan didalam hatinya. Ingat firman Allah dalam surah Ar-Rad ayat 28 yang artinya :

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.”

Lalu, bagaimana caranya kita bisa tetap bahagia di tengah pendemi seperti sekarang ini?

Yang Pertama, Sabar

Bersabar adalah hal pertama yang harus dilakukan ketika kita mendapatkan ujian dari sang pencipta. Seperti keadaan yang sudah dijabarkan diatas, terkait kondisi kita saat ini. Pandemi yang menimpa kita saat ini merupakan bentuk ujian dari-Nya. Maka hendaknya kita bersabar terlebih dahulu dalam menghadapi ijian-ujian-Nya.

Tapi dari yang kita semua ketahui bawasannya “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…” Terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 286.

Segala ujian yang Allah berikan kepada kita karena Allah tau bahwasannya kita mampu atas ujian tersebut. Dari ayat diatas juga kita bisa ambil pelajaran, jika kita sedang mengalami kesulitan kuncinya hanya berserah diri kepada Allah SWT disamping berikhtiar semaksimal mungkin.

Karena yang perlu kita ingat sama sama adalah “Maka sesungguhnya bersama kesulitan, ada kemudahan” seperti dalam surat Al-Insyirah ayat 5.

Yang Kedua, Berpikir Positif

Kenapa berpikir positif? Karena dengan kita berpikir positif kita akan terhindar dari yang namanya stress. Berpikir bahwa semuanya akan baik-baik saja, berpikir bahwa Allah akan mengirimkan sesuatu yang indah dibalik ujian ini. Sebagaimana dalam Hadits.

“Sesungguhnya Allah berkata, Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku terhadap Aku dan Aku bersamanya ketika ia berdoa kepada-Ku.” (HR. Muslim)

Dari hadits di atas, hendaknya kita memiliki harapan dan dan pikiran yang positif terhadap kehendak Allah. Terus berprasangka baik kepada Allah, serta meminta kepadanya sembari diiringi dengan ikhtiar sebaik mungkin.

Yang Ketiga, Ikhlas

Ikhlas artinya kita menerima segala ketetapan Allah. Ikhlas bukanlah perihal yang mudah. Sering kali diri ini meminta agar Allah ridha atas apa yang kita kerjakan. Tapi kita lupa untuk berdoa agar kita selalu di ikhlas kan atas apa ketentuan Allah. Dengan menanamkan sifat ikhlas dalam setiap menerima ketetapannya, maka hati kita Insya Allah akan menjadi tenang. Karena kita berusaha untuk menerima bukan menuntut.

Yang Keempat, Bersyukur

Jika kita sudah sabar dalam menghadapi ujiannya, senantiasa berpikir positif atas takdirnya, dan berusaha menerima segala yang menjadi kehendak-Nya, maka tanamkanlah dalam diri ini untuk selalu bersyukur. Bersyukur atas apa yang diberikan oleh sang Pencipta merupakan buah dari kita menerima segala ketetapannya. Dengan bersyukur kita akan selalu merasa berkecukupan dan tidak merasa kurang. Banyak orang tidak bahagia dalam hidupnya, karena selalu merasa kurang. Maka syukuri apa yang kita dapat, syukuri hari ini kita masih bisa makan, masih bisa menghirup oksigen, masih bisa melihat dan banyak yang lainnya yang harus kita syukuri. Seperti dalam Hadits dibawah ini :

“Pandanglah orang yang berada di bawahmu dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu. Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jadi dalam urusan dunia mari kita lihat orang-orang yang berada dibawah kita, bagaimana mereka tetap menjalankan hidup, betapa mereka mensyukuri kehidupan mereka atas apa yang telah Allah kasih. Karena dengan begitu kita akan merasa malu apabila mengeluh terhadap apa yang Allah kasih.

Namun dalam urusan akhirat, maka lihatlah mereka yang diatas kita. Mereka yang ahli ibadah, mereka yang terbiasa bersedekah dan membantu saudaranya. Agar kita juga bisa bersemangat dan berlomba-lomba dalam kebaikan.

Kemudian dalam firman Allah surah Ibrahim ayat 7, yang artinya :

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambahkan (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azabku sangat pedih.”

Sesungguhnya nikmat Allah sangat banyak, maka bersyukurlah kita, karena dengan bersyukur Allah akan melipat gandakan nikmatnya. Jangan selalu merasa kurang terhadap apa yang Allah berikan kepada kita.

Maka dari itu, dalam kondisi seperti sekarang ini keimanan kita sangat-sangat diuji, akibatnya banyak orang yang stress, mudah tersinggung dan bahkan sampai jatuh sakit dan akhirnya tertular virus tersebut. Maka bahagia harus kita miliki, dengan tips-tips diatas. Karena dengan diri kita yang bahagia, tentu akan berpengaruh kepada kesehatan kita. Diri kita akan menghasilkan energi-energi yang positif, dengan demikian keadaan disekitar kita juga bisa menjadi positif.

Ditulis oleh : Putri Alifa Tsamara Qolbina Mahasiswi STEI SEBI