Zakat solusi di tengah Corona, Emang Bisa?

0

Oleh : Uswatun Hasanah (Mahasiswi STEI SEBI)

Corona Virus atau Covid-19 yang baru-baru ini menjangkit bebrapa Negara, salah satunya Indonesia menyebabkan banyak kalangan yang merasa mengalami keadaan sulit semenjak maraknya covid-19 ini. Hal ini disebabkan banyak dari mereka yang terpaksa di PHK atau dirumahkan karena kondisi ini.

Dalam Kondisi ini, salah satu tawaran yang diberikan dalam isla bisa berupa Zakat, wakat, Infaq dan shadaqah serta instrument muslim lain, tanggung jawab ini bukan hanya dari pemerintah namun juga masyarakat khususnya kaum muslimin. Zakat bisa menjadi solusi untuk meringankan beban oranglain yang sedang membutuhkan. Potensi zakat Indonesia sangatlah besar, karena Indonesia merupakan Negara yang mayoritasnya muslim.

Hal tersebut juga di dukung oleh MUI yang mengeluarkan fatwa MUI no. 23 tahun 2020 tentang Pemanfaatan Harta Zakat, Infak dan shadaqah untuk penanggulangan Wabah Covid-19 dan dampaknya (ditetapkan 16 April lalu).

4 Ketentuan yang bias diterapkan :
Pendistribusian harta zakat kepada mustahiq secara langsung, ketentuannya sebagai berikut ;
Penerima termasuk salah satu golongan penerima zakat, seperti Muslim yang fakir, Miskin, Amil, Muallaf, yang terlilit hutang, dll.
Harta zakat didistribusikan boleh dalam bentuk uang tunai, makanan pokok dan kebutuhan pengobatan serta Modal Kerja yang sesuai.
Pemanfaatan bolehbersifat produktif, semisal untuk stimulasi kegiatan social ekonomi fakir miskin yang terdampak wabah.

Pendistribusian dalam bentuk asset kelolaan atau layanan kemaslahatan umum, seperti untuk penyediaan alat pelindung diri, disinfektan, dan pengobatan serta kebutuhan relawan yang bertugas melakukan aktifitas kemanusiaan dalam penanggulangan wabah.

Zakat mal boleh di tunaikan dan di salurkan lebih cepat (ta-jil al-zakah) tanpa menunggu satu tahun penuh (haul) apabila telah encapai Nishab, guna memenuhi kebutuhan Umum.

Zakat fitrah boleh di tnaikan dan di salurkan sejak awal ramadhan tanpa harus menunggu malam idul fitri.

Kebutuhan penanggulangan wabah COVid-19 dan dampaknya yang tidak terpenuhi melalui zakat, dapat di peroleh melalui infaq, shadaqah maupun sumbangan halal lainnya. (Sumber : fatwa MUI no 23 tahun 2020) .

Simulasinya, Kelompok kaya yang kelebihan harta, bisa memberikan hartanya untuk menolong para Kelompok miskin, atau orang yang membutuhkan bantuan akibat terdampak corona yang perekonomiannya kurang baik berupa Zakat, shadaqah,atau pun wakaf.

Hal ini selain bisa tolong menolong, juga bisa membantu perekonomian Indonesia, karena perputaran uang akan stabil, uang dari orang kaya atau Muzaki akan masuk ke badan Zakat yang menampung zakat, kemudian uang disalurkan ke pihak yang membutuhkan seperti Tenaga medis yang membutuhkan bantuan alat kesehatan, disinfektan dll atau ke orang miskin, sehingga orang miskin, atau orang-orang yang terdampak wabah akan membelanjakan harta tersebut sesuai kebutuhan, seperti membeli masker, kebutuhan pangan, dll. sehingga roda perekonomian berputar.

Sebagai seorang muslim kita seharusnya bisa peka terhadap kepedulian ini, karena selain bisa tolong menolong, hal ini juga bisa bernilai ibadah jika dilakukan dengan ibadah.

Sebaimana dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah, ayat 148 yang menjadi acuan untuk melakukan kebaikan, yang artinya :

“dan tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang menghadap kepadanya. Maka berloba-lomba lah dalam kamu (dalam berbuat) kebaikan. Dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kau sekalian (pada hari kiamat).

Yuk, Berlomba lomba dalam kebaikan!